Suara.com - Setelah lebaran, harga daging ayam potong di pasar tradisional Solo menjadi Rp 35.000/Kg. Padahal, saat lebaran, harga daging ayam sempat mencapai Rp 50.000/Kg.
Tatik, salah satu pedagang ayam potong menuturkan, penurunan harga sudah terjadi sejak dua hari sebelumnya.
"Sekarang Rp 35.000/kg, sudah turun jadi yang mau beli juga tidak keberatan," kata dia.
Namun demikian, penurunan harga itu tidak merata karena masih ada pedagang yang menjual dengan harga Rp 40.000/kg.
Seperti di Pasar Legi Solo, harga daging ayam potong masih bertahan Rp 40.000/kg. Meskipun harga tersebut sudah turun sebab pada H+2 Lebaran masih Rp 50.000/kg.
Berdasarkan data yang diunggah pada Sistem Informasi Harga Komoditi (Sihati) Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Jawa Tengah, pada April 2018, harga daging ayam potong di Solo masih Rp 32.000/kg.
Pada 26 April hingga 11 Mei terjadi fluktuasi harga antara Rp 32.000-Rp 33.000/kg. Pada pertengahan Mei harga mulai meningkat menjadi Rp 35.000/kg. Pada 12 Mei harganya sudah Rp 41.000-Rp 42.000/kg. Selanjutnya pada 21 Juni harganya menjadi Rp 42.500/kg.
Pada Senin (25/6/2018), harga daging ayam menjadi Rp 41.000/kg. Pada data tersebut tidak disebutkan harga pada H-3 hingga H+5 Lebaran.
Kepala Kantor Perwakilan BI Solo yang juga Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto menyebutkan, ada banyak faktor penyebab meningkatnya harga daging ayam saat momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Faktor itu di antaranya tingginya permintaan serta banyaknya rantai distribusi yang harus dilalui daging ayam untuk sampai ke konsumen. Meski ada peningkatan harga daging ayam, dia memprediksi inflasi pada Lebaran tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Artikel ini sebelumnya dimuat di Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul https://soloraya.solopos.com/read/20180626/489/924217/harga-daging-ayam-solo-turun-lagi-di-angka-rp35.000kg
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?