Suara.com - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit, hal ini turut diiringi dengan menjamurnya industri klinik kecantikan di Indonesia.
Alfons Sindupranata, CEO Derma Global Ventura (holding company Erha Clinic Indonesia) mengutip data yang dihimpun menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan industri kecantikan khususnya klinik perawatan kulit rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen.
Angka ini menurutnya tergolong cukup bagus dibandingkan negara lainnya seperti Malaysia dan Singapura yang masih di bawah 10 persen. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhaj industri kecantikan di Indonesia, kata Alfons adalah jumlah penduduk Indonesia yang besar dan semakin banyak masyarakat yang peduli untuk merawat kulit.
"Otomatis dengan market yang sedemikian dinamik, ekspektasi semakin tinggi, sehingga produsen juga berlomba-lomba untuk memenuhi keinginan customer yang semakin tinggi," ujar Alfons ketika ditemui Suara.com di kantor Erha Clinic di Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Untuk tetap bertahan di tengah persaingan klinik kecantikan yang kian ketat, Erha, kata Alfons terus meningkatkan kapasitas para SDM dalam hal ini para dokter dan bagian pengembangan produk sehingga dapat memberi pelayanan terbaik pada pelanggan. Klinik yang berdiri sejak 1999 ini terbukti masih terus eksis di tengah menjamurnya klinik kecantikan baru.
"Kalau dilihat secara umum semua pihak yang memiliki kemampuan memberikan layanan ini ke masyarakat tentu berlomba-lomba. Alat yang terbaik, termahal, bisa dibeli. Tapi kenapa orang harus ke Erha, karena kami pemain paling lama di Indonesia. Sehingga bagaimanapun untuk melakukan treatment, jam terbang klinik memegang peranan penting," tambah Alfons.
Dalam kesempatan yang sama, Noviana Supit, Managing Director Erha Clinic menambahkan, dibandingkan klinik kecantikan lainnya, ia mengklaim bahwa Erha Clinic menempatkan lebih banyak dokter spesialis kulit dan kelamin atau SpKK di 91 cabang kliniknya sehingga memberi jaminan kepuasan bagi pasien untuk mengatasi masalah kulitnya.
"Ada 174 SpKK yang kerjasama. Di luar dari SpKK ada dokter umum tapi lebih ke karena Erha kan bukan hanya di kota besar, ada juga di secondary city jadi mau nggak mau harus diakui ketersediaan dokter spesialis kukit langka tapi bukan berati tidak ada demand untuk pelayanan kulit. Sehingga kami juga mentraining doker umum agar mereka layak sebagai skin expert," jelas Novi merinci.
Erha Clinic sendiri memposisikan diri sebagai klinik kecantikan yang memiliki dua solusi perawatan, pertama, fokus pada kebutuhan masing-masing pelanggan dan kedua, menyediakan produk perawatan yang dijual bebas tanpa resep dokter.
Baca Juga: Setnov Bongkar Anggota DPR dan Banggar yang Terima Suap e-KTP
Alfons mengatakan, solusi pertama bisa menjadi pilihan tepat bagi pelanggan yang ingin mengetahui lebih jauh permasalahan kulitnya dengan ahlinya. Sementara solusi kedua bisa dipilih pelanggan yang tak memiliki waktu untuk berkonsultasi dengan dokter.
"Range produk kita yang dijual bebas ratusan sehingga orang yang belum ada waktu bertemu dokter atau baru mau coba produk Erha kita punya. Selain itu kita juga menjawab kebutuhan konsumen yang mau personalize, kita juga ada," tandasnya.
Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit, hal ini turut diiringi dengan menjamurnya industri klinik kecantikan di Indonesia hingga naik 14 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah