Suara.com - Nilai tukar rupiah selama sepekan menguat signifikan hingga berada di bawah Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, berdasarkan data bloomberg, pada sesi siang ini rupiah kembali melemah 0,49 persen ke level Rp 14.610 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp 14.539 per dolar AS
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penguatan rupiah ini lebih dipengaruhi oleh faktor domestik. Pasalnya, indikator-indikator ekonomi Indonesia memperlihatkan angka yang cukup positif.
Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2018 masih konsisten tumbuh di atas lima persen atau tepatnya 5,17 persen. Inflasi terjaga di bawah kisaran target yang sebesar 3,5 persen. Lalu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya 1,35 persen.
“Selama 2018 ini, banyak yang bisa kita topang berdasarkan pondasi Indonesia. Indonesia perlu untuk terus mengembangkan mengenai pentingnya pondasi-pondasi ini," ujarnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).
Kendati demikian, Sri Mulyani mengaku akan tetap waspada dengan pergerakan nilai tukar rupiah ini. Pasalnya, nilai tukar rupiah akan tetap berfluktuasi seiring sentimen pelaku ekonomi di tengah kondisi ekonomi global saat ini.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah juga akan berhati-hati sambil terus menyuarakan kepada investor perekonomian Indonesia masih baik agar rupiah dapat bertahan di tren positif. Menurut dia, para investor serta pelaku ekonomi melihat Indonesia berbeda dengan negara lain yang rentan.
“Waktu saya di Singapura kemarin, kita juga bicara angka yang ada di Indonesia sangat positif. Jadi Indonesia tidak seharusnya masuk ke negara vulnerable (rentan)," tuturnya.
“Jadi sebagai pengelola kebijakan ekonomi bersama dengan Menko (menteri koordinator) dan para menteri yang lain serta bapak gubernur bank sentral, OJK, poin yang paling penting di dalam ekonomi kita dalam suasana yang cukup guncang ini harus punya fleksibilitas dan kemampuan untuk meng-absorb itu yang harus disiapkan.”
Baca Juga: Disebut Hanya Trik, Anies Tantang Swasta Bahas Rumah DP 0 Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya