Suara.com - Forum Zakat Dunia atau World Zakat Forum (WZF) akan menggelar konferensi internasional di Malaka, Malaysia pada 5-6 Desember 2018.
Konferensi ini akan membahas penguatan kerjasama antar organisasi pengelola zakat di dunia untuk mewujudkan kesejahteraan umat.
Sekretaris Jenderal WZF, Bambang Sudibyo menyampaikan, forum ini akan dihadiri 300 peserta dari berbagai negara.
“Gerakan zakat global dapat mengambil peran penting dengan mendistribusikan dan memberikan bantuan bagi mereka yang kurang mampu, baik secara finansial maupun non-finansial,” kata Bambang dalam konfrensi pers di kantor BAZNAS, Wisma Sirca, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).
Dia menuturkan, dalam dunia Islam akhir-akhir ini menghadapi masalah kompleks serta tantangan, seperti stigma negatif. Fakta yang terjadi, kemiskinan banyak ditemukan di negara-negara muslim, sehingga melemahkan posisi dunia muslim.
Hal ini diperburuk dengan keterbelakangan di sektor pendidikan, sains dan teknologi, serta kapasitas sumber daya manusia yang masih lemah.
“Sebagai bagian untuk menjawab masalah tersebut, kehadiran zakat seharusnya dapat menjadi modal strategis bagi dunia Islam dalam melepaskan diri dari ketergantungan jangka panjang dari negara-negara barat,” ujar dia.
Kebangkitan dunia muslim harus dimulai dari keberhasilan menyelesaikan masalah umat secara mandiri. Mandiri diantara dunia muslim sendiri dengan cara memperkuat peran zakat sebagai senjata sosial-ekonomi untuk digunakan dalam menghadapi kapitalisme dan liberalisme.
“Penggunaan zakat harus memiliki arti strategis untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan), kolaborasi dan solidaritas di antara bangsa-bangsa muslim,” tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
-
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan