Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebut bahwa tidak ada lagi perbandingan perusahaan BUMN kecil dan besar. Menurutnya, semua perusahaan BUMN kini mempunyai level yang sama.
Rini menjelaskan, dahulu banyak perusahaan BUMN yang levelnya kecil minder dengan perusahaan besar, bahkan Direktur Utama perusahaan yang kecil takut bertemu para bankir.
"Saya bilang Direktur Utama para BUMN saling mendukung. Dulu ada yang BUMN-BUMN yang di suatu pojok sendiri. Bahkan takut sekali ketemu bankir. Saya tegaskan tidak ada kaum dhuafa di BUMN semua sama," ujar Rini di Yodya Karya Tower Jalan DI Pandjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019).
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Megawati ini mencontohkan, perusahaan BUMN Yodya Karya.
Menurut dia, perusahaan yang bergerak di jasa konsultan infrastruktur ini bisa meraup laba dari Rp 29 miliar di 2017 menjadi di atas Rp 100 miliar.
"Jadi sekarang sudah bisa menunjukkan keuntungan di atas Rp 100 miliar. Ini suatu prestasi yang baik," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram
-
PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!