Suara.com - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengaku tidak setuju jika nantinya kendaraan roda dua atau motor diizinkan melintas di jalan tol tanpa pemisah.
Ia pun mengaku akan menjadi orang yang pertama menentang kebijakan tersebut.
“Ini bisa meningkatkan angka kecelakaan, berarti tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia,” kata Djoko saat dihubungi Suara.com.
Djoko pun mengakui, terkait wacana motor melintas di jalan tol memang tidak melanggar regulasi. Namun demikian, dari sisi keselamatan, keamanan dan sisi ekonomi sangat tidak memungkinkan.
“Tol yang ada saat ini kan hanya memang diperuntukan bagi kendaraan roda empat atau lebih dan dengan kecepatan tertentu. Coba pas motor lewat, kena hempasan angin kendaraan yang sedang melaju kencang, pasti oleng. Kalau bangun sejak awal dengan jalur motor, ya nggak mahal. Kalau bangun lagi khusus untuk itu pasti mahal,” katanya.
Oleh sebab itu, Djoko berharap pemerintah tidak mengizinkan kendaraan roda dua untuk masuk dan melintas di jalan tol.
Terkecuali pemerintah membangun jalan tol yang baru untuk menunjang para pengendara roda dua superti yang terdapat di tol Suramadu dan Tol Bali.
“Tapi memang membutuhkan biaya yang lebih besar juga, belum tentu ada investor yang mau juga,” ujarnya.
Baca Juga: Bamsoet Usul Motor Masuk Tol, Pengamat Sebut Itu Suara Komunitas Moge
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?
-
"Road to Victory", BRI Gelar Pengundian Program Debit FC Barcelona Berhadiah Trip ke Camp Nou
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Lagi 'Diskon'
-
Tragedi Bekasi Timur: KA Prioritas Utama, Perlintasan Tanpa palang Pintu Jadi Masalah
-
PGN Catatkan Laba Bersih 90,4 juta Dolar AS pada Kuartal I 2026: Tumbuh 46 Persen!
-
MTI Desak Audit Keselamatan Perkeretaapian Nasional Usai Kecelakaan Argo Bromo di Bekasi Timur
-
Terminal Karimun Disanksi Uni Eropa, PT OTK Buka Suara
-
Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
-
Airlangga Klaim Risiko Resesi Indonesia Cuma 5 Persen, Lebih Aman dari AS-Kanada-Jepang