“Saat ini komposisi karyawan terjadi mix, ada baby boomer dan gen X yang expert secara teknis, dan gen milenial yang bekerja cukup tanggap dan cepat menyesuaikan dengan perubahan. Selain itu, isu mempertahankan karyawan dari godaan pindah ke perusahaan sejenis juga menjadi concern mengingat sangat sedikit orang yang mempunyai spesifikasi teknis di bidang petrokimia,” terangnya.
"Bagaimana meretain mereka dan memastikan koordinasi berjalan lancar di lapangan, adalah fokus kami dalam rangka menjadikan Polytama menjadi pemimpin di industri Polypropylene di Indonesia," Didik menambahkan.
Sesuai milestone yang dimiliki, Didik sudah menyiapkan SDM nya jauh hari sebelumnya. Di 2017 fokus Polytama menyiapkan masa depan dengan strategi breakthrough, di 2018 menyiapkan sistem dan kondisi sustain dan 2019 memperoleh pertumbuhan melalui peningkatan kinerja karyawan.
Apa strategi kunci dalam pengembangan SDM di era VUCA yang sudah berangsur menjadi new norm ini? dr. Amir Zuhdi, Brain Behavioral Expert menyampaikan, dengan melakukan aktivasi di beberapa bagian otak dengan cara F3C, yaitu fokus dalam menentukan visi dan prioritas, fleksibel, memiliki kecakapan mengelola emosi sehingga mudah beradaptasi dengan segala perubahan, fast dalam membuat sistem atau aturan yang mudah dijalankan, dan kolaborasi, adanya team yang saling memahami dan memiliki chamistry yang sama sehingga terwujud dream team.
Di samping itu dr Amir juga mengingatkan perlunya tim yang tangguh dan gesit melakukan penyesuaian atas strategi yang diambil perusahaan.
Tangguh yang dimaksud, bagaimana cukup kuat untuk menahan kondisi buruk atau penanganan terhadap situasi yang tidak diinginkan, disamping mampu menanggung kesulitan atau rasa sakit yang mungkin muncul.
Adapun gesit atau agility, memiliki mental yang cepat dan tajam sehingga dapat berfikir dan mengerti kondisi dengan cepat, mampu cekatan menyesuaikan dan beradaptasi terhadap perubahan.
Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia dari Kubik Leadership yang menggagas Leadership Cafe mengingatkan para leader untuk mempertajam strategi agar tidak tersalip dan tertinggal dan mengubah pendekatan pada karyawan.
“Buka mata lebar lebar, cari tahu apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan dan keinginan karyawan dan gunakan hati, untuk mendekati mereka. Sekali Anda dapat menemukan kebutuhan keinginan dan benar dalam mendekati mereka, produktivitas karyawan akan melejit dan mampu menghasilkan hal-hal besar," kata Jamil.
Baca Juga: Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Lampaui Target di 2018
"Perbedaan generasi adalah anugrah dan disikapi dengan positif karena masing-masing mempunyai kelebihan. Teruslah untuk tumbuh dan membuka wawasan seluas-luasnya agar mendapatkan keuntungan dari perubahan yang tengah terjadi,” Jamil menambahkan.
Di sesi kedua, beberapa peserta antusias menanyakan seputar topik yang disampaikan. Mereka mengaku puas dengan forum yang selalu menghadirkan expert dan leader yang dapat diambil pengalaman dan pengetahuannya.
Leadership Cafe merupakan acara dua bulanan yang dilakukan secara gratis agar semakin banyak leader dan SDM mampu menghasilkan talent terbaik yang siap membangun Indonesia menuju SuksesMulia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
-
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
-
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027
-
Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?
-
Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah
-
Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang
-
KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak
-
Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000
-
Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh
-
Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB