- Lebih 20 kapal lintasi Selat Hormuz, volume terbesar sejak Maret, termasuk tanker arah Indonesia.
- Kapal Crave bawa LPG dari UEA menuju Indonesia; VLCC angkut 2 juta barel minyak Saudi ke Taiwan.
- Arus logistik mencakup minyak, LPG, hingga logam dari Timur Tengah menuju Asia, Eropa, dan Afrika.
Suara.com - Arus lalu lintas di Selat Hormuz, mendadak sibuk luar biasa di akhir pekan kemarin. Perusahaan analisis perkapalan, Kpler, melaporkan sebanyak lebih dari 20 kapal berhasil melintasi jalur krusial tersebut pada Sabtu (18/4/2026).
Angka ini mencatatkan rekor volume lalu lintas harian terbesar sejak 1 Maret lalu. Menariknya, dari puluhan kapal yang melintas, satu kapal tanker raksasa dilaporkan tengah mengarah menuju perairan Indonesia.
Mengutip laporan Reuters, kapal yang menjadi sorotan adalah Crave. Kapal tanker berbendera Panama ini membawa muatan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Uni Emirat Arab (UEA). Kehadiran pasokan ini diprediksi menjadi tambahan penting bagi ketahanan energi domestik di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Selain tujuan Indonesia, Kpler mencatat pergerakan masif lainnya:
- Iran: Mengirimkan 5 kapal kargo bermuatan minyak hingga logam.
- China & India: Menjadi tujuan 3 pengangkut LPG.
- Korea Selatan: Kapal Navig8 Macallister membawa 500.000 barel nafta menuju Ulsan.
- Taiwan: Kapal raksasa (VLCC) FPMC C Lord mengangkut 2 juta barel minyak mentah Saudi ke Pelabuhan Mailiao.
Lalu lintas di Selat Hormuz kali ini tidak hanya didominasi oleh minyak mentah. Tercatat ada kapal Akti A dan Athina yang membawa produk olahan dari Bahrain menuju Mozambik dan Thailand.
Sementara itu, sektor komoditas non-energi juga ikut bergerak. Kapal Ruby membawa pupuk dari Qatar menuju UEA, dan kapal pengangkut curah Merry M mengangkut kokas minyak bumi dari Arab Saudi menuju Ravenna, Italia.
Kesibukan di jalur sempit yang memisahkan Teluk Oman dan Teluk Persia ini menjadi indikator vital bagi ekonomi global. Selat Hormuz tetap menjadi "nyawa" bagi distribusi energi dunia, di mana gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat memicu guncangan harga di pasar internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
Terkini
-
Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warteg Bingung: Kurangi Porsi atau Naikkan Harga?
-
Adopsi AI Skala Bisnis Masih Rendah di Indonesia
-
Pertumbuhan Kredit Nasional Capai 10,42 Persen di Q1 2026, Realisasi KUR Naik 0,21%
-
Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit
-
IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah
-
KFC Indonesia Masih Tekor Rp366 Miliar, Puluhan Gerai Gulung Tikar
-
Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?
-
Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%
-
Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%
-
Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini