Suara.com - Arisan sudah menjadi salah satu aktivitas yang populer di berbagai kalangan. Bukan hanya bagi kalangan sosialita saja, arisan juga bahkan banyak diminati oleh kalangan menengah ke bawah.
Layaknya investasi, arisan bahkan dinilai menguntungkan karena terlihat langsung menerima banyak uang. Tak tanggung-tanggung, kebanyakan orang bahkan bisa memiliki beberapa arisan yang berbeda sekaligus di waktu bersamaan.
Namun, apakah arisan ini benar-benar efektif untuk menjaga keuangan? Lalu, apakah investasi tidak lebih menguntungkan ketimbang arisan? Singkatnya, arisan atau investasi, lebih untung mana? Agar tak bingung memilihnya, berikut pertimbangan antara investasi dan arisan seperti dikutip dari Cermati.com.
Fakta Arisan
- Terima uang banyak sekaligus saat nama muncul di kocokan arisan.
- Jika nama muncul paling awal, maka seolah seperti mendapat pinjaman tunai dan harus mencicilnya di waktu-waktu mendatang.
- Meski seperti mendapat pinjaman, tapi uang arisan tidak mengharuskan Anda membayar bunga (cicilan arisan).
- Walau seolah tidak ada beban bunga (cicilan arisan), tapi saat pertemuan arisan, Anda harus menyediakan hidangan dan itu butuh biaya, jika kebetulan Anda yang menjadi tuan rumahnya.
- Jika dapat giliran terakhir, benar-benar terasa seperti menabung.
- Anda tidak akan mendapat uang arisan lebih besar dari yang sudah disetorkan.
- Bisa meningkatkan hubungan kekeluargaan atau menjalin silaturahmi.
- Butuh biaya transportasi setiap kali harus menghadiri kegiatan arisan.
- Bila arisan dilakukan di luar rumah, misalnya di restoran, maka siap-siap juga mengeluarkan uang lebih untuk kuliner.
- Nilai uang arisan akan tergerus inflasi.
- Jika butuh uang mendadak, Anda tidak bisa mencairkan uang arisan karena nama Anda belum mendapat giliran.
- Ada risiko salah satu atau beberapa anggota yang ikut arisan mangkir, atau malah keluar dari keanggotaan setelah mendapatkan uang arisan lebih dulu.
- Tidak ada jaminan pertanggungjawaban Anda bisa menerima uang secara penuh saat nama Anda muncul pada giliran tengah, bahkan akhir masa arisan.
Fakta Investasi
- Investasi pasti memberikan return atau hasil lebih dari yang Anda tempatkan di instrumen investasi, apabila instrumen investasi punya prospek bagus.
- Saat portofolio instrumen investasi Anda buruk, maka bisa mengurangi nilai uang yang Anda investasikan.
- Bisa dicairkan kapan saja sesuka hati.
- Ada banyak pilihan instrumen investasi, seperti reksa dana, saham, emas, dan lainnya.
- Investasi juga dipengaruhi oleh inflasi, yang bisa memengaruhi nilai keuntungan Anda.
- Ada jaminan dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Lebih mudah mencapai tujuan keuangan, karena Anda bisa memilih investasi jangka pendek atau jangka menengah, hingga jangka panjang.
- Perlu sering-sering memantau kondisi portofolio instrumen investasi yang dipilih.
Pilih yang Lebih Menguntungkan
Arisan memang menjadi aktivitas seru dan menyenangkan, namun kegiatan ini tidak memberikan keuntungan bagi keuangan Anda. Maka, lebih baik alihkan uang Anda ke aktivitas keuangan yang lebih menguntungkan.
Tapi tetap saja, keputusan ada di tangan Anda, tergantung mana yang sekiranya lebih diinginkan dan diperlukan. Bila Anda memilih investasi, lakukan investasi sekarang juga, dan mulai dapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Baca Juga: Daripada Habiskan Uang di Mal, Milenial Lebih Baik Investasi Properti
Waspada Penipuan Arisan Online, Ini Cara Mengenali Ciri Arisan Palsu
Punya Uang Rp 1 Jutaan, Cocoknya Investasi Apa Ya?
Mau Pilih Investasi atau Trading? Kenali Perbedaannya
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya