Suara.com - Pengusaha hotel mengeluhkan okupansi atau unit terpakai yang mengalami penurunan pada musim mudik lebaran 2019. Penurunan jumlah tersebut akibat imbas dari mahalnya tiket pesawat.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, penurunan jumlah pengunjung tidak dirasakan hanya di Pulau Jawa saja. Mahalnya tiket pesawat dinilai membuat pemudik tidak bisa memaksimalkan kunjungannya kekampung halamannya.
"Di daerah Jawa ada beberapa masih ada yang cukup baik, karena transportasinya ada melalui darat, tetapi untuk daerah lain seperti Sumatera dan Kalimantan terkendala masalah tiket pesawat," ujar Maulana Yusran saat dihubungi Suara.com, Senin (10/6/2019).
Yusran menuturkan, pada mudik tahun ini jumlah pengunjung hotel mengalami pergeseran. Menurutnya pemudik banyak yang menggunakan jalur darat menuju kampung halaman, sehingga durasi kunjungan lebih singkat.
"Yang kita hitung sekarang berapa lama momentum tingkat hunian itu bisa tinggi. Kalau biasanya dari tahun ke tahun bisa lima atau tujuh hari, kalau sekarang menjadi pendek antara dua hingga tiga hari," tambahnya.
Ia menyebut penurunan jumlah pengunjung saat mudik lebaran baru terjadi pada tahun ini. Bahkan, Yusran menegaskan banyak masyarakat memanfaatkan berlibur lebaran untuk bepergian keluar negeri.
"Tahun kemarin kita tidak ada masalah dengan tiket pesawat ya, banyak masyarakat memanfaatkan momentum mudik ada berwisata ke daerah. Kalau sekarang berbeda, mereka justru melakukan perjalan ke luar negeri," terangnya.
Untuk wilayah Jabodetabek, Yusran mengatakan terjadi penurunan pengunjung. Menurutnya hal tersebut terjadi karena mayoritas pendatang yang memanfaatkan mudik ke kampung halaman.
"Momentum lebaran daerah lain seperti Jakarta tentu lebih rendah," pungkasnya.
Baca Juga: Tiket Mahal, Banyak Pesawat Diparkir saat Musim Mudik dan Balik Lebaran
Berita Terkait
-
Berharap BUMN Bisa Lebih Baik, Menteri Rini: Supaya Jauh dari Korupsi
-
Opsi Undang Maskapai Asing Masuk RI Bakal Dibahas Pekan Depan
-
Rektor Unbaja Kecelakaan Setelah Mudik Lebaran, Dua Anaknya Tewas
-
Ratusan Ribu Pemudik Arus Balik Lebaran Mulai Melintas di Kota Bekasi
-
120 Orang Tewas, Kemenhub Sebut Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2019 Menurun
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026