Suara.com - Sejumlah indeks global menyambut positif jelang berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China di Washington. Wall Street pun berada di jalur hijau.
Seperti dilaporkan Reuters Kamis (10/10/2019), indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 182,1 poin, atau sekitar 0,7 persen, menjadi 26.346,14. Indeks S&P 500 meningkat 26,34 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 2.919,4. Indeks komposit Nasdaq melonjak 79,96 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 7.903,74.
Sentimen positif mencuat setelah Tiongkok dikabarkan terbuka untuk menyepakati kesepakatan dagang parsial dengan AS. Namun menjelang penutupan perdagangan, ketiga angka indeks sedikit melemah usai pejabat Tiongkok menyatakan keputusan Departemen Perdagangan AS untuk menambah jumlah perusahaan Tiongkok yang dilarang berbisnis dengan perusahaan AS mencederai niat baik pemerintah Tiongkok.
Nota hasil pertemuan Federal Reserve AS bulan September dirilis pada Rabu. Dalam nota tersebut disebutkan para pejabat The Fed mendukung pemangkasan suku bunga yang berlangsung. Namun mereka memiliki pandangan berbeda terkait pengaruh perang dagang AS-Tiongkok dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
11 sektor utama S&P 500 berakhir di teritori positif, dipimpin sektor teknologi dan energi. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 1,7 persen.
Saham Microsoft memimpin penguatan indeks Dow Jones dengan melambung 1,9 persen. Saham Johnson & Johnson terjun 2 persen setelah juri menjatuhkan denda sebesar US$8 miliar, atau sekitar Rp 113 triliun, kepada perusahaan produsen obat-obatan, peralatan medis, dan barang konsumsi tersebut sehubungan skandal Risperdal.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2019 naik 0,7 persen menjadi US$1.514,10 per ons. Indeks dolar AS turun 0,06 persen.
Bursa saham Eropa menguat jelang berlangsungnya pertemuan AS-Tiongkok, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,4 persen.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 23,35 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 7.166,50. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 124,06 poin, atau sekitar 1,04 persen, menjadi 12.094,26.
Baca Juga: Data Ekonomi AS Mengecewakan, Wall Street Terpuruk
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 51,80 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 8.991,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 42,52 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 5.499,14.
Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,2210 USD per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1137 euro per pound.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar