Suara.com - Simon Groot, pendiri East-West Seed, menerima World Food Prize 2019 di sebuah upacara prestisius, dengan para delegasi internasional dan tokoh-tokoh penting di Iowa State Capitol di Des Moines, Iowa. Acara tersebut adalah bagian dari Simposium Internasional Borlaug Dialogue World Food Prize ke-33 dengan tema “Pax Agricultura.”
Groot merasa terhormat dengan World Food Prize yang memberikan pengakuan atas kepemimpinannya membawa sayuran ke garis depan untuk meningkatkan nutrisi dan kesehatan dunia.
Untuk mencapai hal tersebut, ia fokus pada mendukung petani kecil dan membantu meningkatkan prospek ekonomi mereka.
"Saya sangat berterima kasih untuk penghargaan ini. Filosofi saya sejak 40 tahun yang lalu adalah memberikan benih berkualitas kepada petani dan menjadi sahabat mereka,” kata Groot.
Selama kurun waktu tersebut, Groot dan East-West Seed telah memberdayakan 20 juta petani kecil di 60 negara dengan menyediakan benih berkualitas serta mampu beradaptasi di area lokal untuk menghasilkan sayuran yang bergizi dan terjangkau bagi keluarga dan masyarakat.
World Food Prize memberikan penghargaan bagi prestasi para individu yang telah berperan dalam memajukan pembangunan manusia dengan meningkatkan kualitas, kuantitas, atau ketersediaan pangan di dunia.
Upacara penghargaan tahun ini diadakan di Gedung Iowa State Capitol yang megah di Des Moines, menarik lebih dari 800 orang dari lebih dari 75 negara, menyaingi jumlah yang hadir di Hadiah Nobel.
Upacara tersebut dipimpin oleh Duta Besar Kenneth Quinn, yang juga merayakan tahun terakhirnya sebagai Presiden The World Food Prize Foundation, termasuk pesan personal dari Pangeran Constantijn van Oranje dari Belanda dan Bill Gates yang mengucapkan selamat kepada Groot atas pencapaian ini.
Simposium berlangsung selama tiga hari termasuk acara yang diselenggarakan oleh East-West Seed dengan judul Petani, Makanan, dan Masa Depan: Benih Sayuran untuk Dunia yang Lebih Sehat.
Baca Juga: Dilema Petani Salak Menanti Panen Raya
Diskusi yang berlangsung hangat ini berfokus pada ketahanan pangan dan keberlanjutan, serta kekuatan ekonomi dan nutrisi sayuran.
Tema yang muncul selama acara adalah kurangnya konsumsi sayuran dan dampaknya yang merugikan pada kesehatan masyarakat, kemajuan pendidikan, dan banyak lagi. East-West Seed menyadari sejak awal bahwa nutrisi adalah landasan bagi kesehatan individu dan juga kesehatan masyarakat. Dan semuanya diawali dengan benih yang bagus.
“Kami tidak makan sayuran dengan optimal untuk kesehatan yang optimal — kami hanya mendapatkan 50% dari yang kami butuhkan,” kata Roy Steiner, Wakil Presiden Senior the Food Initiative The Rockefeller Foundation.
"Ini adalah masalah universal mulai dari AS hingga Afrika. Dalam keseluruhan populasi global, hanya 10% dari populasi mendapatkan jumlah optimal,” tambahnya.
Namun meningkatkan produktivitas dan memperkenalkan tanaman baru untuk memenuhi kebutuhan gizi populasi dapat menjadi hal yang menakutkan. Ini membutuhkan perubahan drastis dari cara-cara sebelumnya yang telah dilakukan selama beberapa generasi.
Untuk alasan inilah, East-West Seed memelopori program transfer pengetahuan yang membangun kepercayaan dengan petani hingga dapat memahami kebutuhan lokalnya serta memperkuat praktik pertanian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun