Suara.com - Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengungkapkan pelaku usaha UMKM masih saja kesulitan untuk mendapatkan akses pinjaman dari perbankan.
Padahal pemerintah mengklaim sudah memberikan segala kemudahan untuk para pelaku UMKM dapat pinjaman kredit perbankan.
"Yang dibutuhkan bagaimana akses pinjaman ini yang dipermudah, selama ini kan akses pinjaman itu dari perbankan, tapi apakah semua compliance para pelaku UMKM dapat diterima perbankan," kata Ikhsan saat dihubungi Suara.com Minggu (27/10/2019).
"Kedua, setiap pengajuan pinjaman perbankan pasti mengecek BI chekin, jadi kadang-kadang hambatannya di sana, dia selalu ngecek bagaimana apakah si pelaku UMKM pernah mengambil kredit, kalau masih ada kredit bank tidak mau memberi pinjaman, padahal dia rutin membayar, berarti kan tidak berdaya itu UMKM," tambah Ikshan.
Maka dari itu kata dia, pelaku UMKM seharusnya tidak hanya mendapat pinjaman dari perbankan saja, tetapi juga bisa dapat pinjaman dari sumber lain. Sehingga UU tentang Pemberdayaan UMKM sangat penting di rumuskan.
Karena salah satu tujuan dari UU ini yakni memberikan pilihan bagi pelaku UMKM untuk dapat pinjaman kredit dari pihak lain selain perbankan.
"Misalkan koperasi atau lembaga keuangan mikro, ini kan sesuai dengan peraturan OJK tahun 2015 tentang sumber pinjaman yang tidak lagi melihat BI chekin. Jadi berikan dong kepercayaan mereka (koperasi) untuk bisa juga menyalurkan pinjaman bagi para pelaku UMKM selain perbankan, seperti Koperasi Unit Desa (KUD)," katanya.
Selama ini kuasa yang diberikan Koperasi untuk melakukan pinjaman kepada para pelaku UMKM masih tergolong kecil. Sehingga dirinya berharap bahwa koperasi kembali diberdayakan untuk bisa memajukan usaha kecil seperti UMKM, lewat peran menyalurkan pinjaman dari pemerintah.
"Tapi harus hati-hati juga, karena banyak koperasi yang nakal, kuasa penyaluran juga harus selektif dilakukan oleh pemerintah," katanya.
Baca Juga: Nadiem Jadi Calon Menteri, Sopir Ojol: Urus UMKM Lebih Cocok
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
-
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat