Suara.com - Masyarakat harus waspada terhadap modus pinjaman online ilegal. Jangan sampai terjerat pinjaman online ilegal yang bisa memalukan diri sendiri.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan ada tiga tips yang bisa diperhatikan masyarakat agar terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal.
Pertama, lanjut dia, masyarakat harus meminjam di financial Technologi (Fintech) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Biasanya, fintech pinjaman online legal mencantumkan informasi bahwa diawasi oleh OJK.
"Kedua, Masyarakat yang pinjam harus sesuaikan kebutuhannya karena ada beberapa syarat juga yang memang sudah tahu membayar. Jadi ada debitur nakkses ke 141 pinjaman online ini sudah enggak masuk akal, dia lakukan gali lobang tutup lobang," ujar Tongam di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Untuk yang ketiga, Tongam meminta masyarakat harus paham terlebih dahulu risiko yang terjadi sebelum mengajukan pinjaman online.
Sebelumnya, Tongam mengatakan pada bulan Oktober 2019 terdapat 297 fintech pinjaman online ilegal. Adapun dari awal tahun hingga saat ini telah ada 1.775 Fintech pinjaman online ilegal.
"Ini mengkhawatirkan karna fintech p2p lending yang terdaftar di OJK ilegal 1773," kata Tongam
Menurut Tongam, fintech ilegal yang beredar ini berasal dari pelaku yang sama. Para pelaku tersebut membuat kembali Fintech pinjaman online dengan nama yang berbeda.
Baca Juga: Iklan Siap Digilir Lelaki, YI Ternyata Dijebak Pinjaman Online Incash
"Kita hentikan dia ganti nama karena memang kemajuan teknologi saat ini buat aplikasi situs web modus ini engga hanya berdasarkan aplikasi saja tapi juga medsos. Kami sudah berkoordinasi dengan google," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Awas! Ada 297 Fintech Pinjaman Online Ilegal Bakal Membelit Masyarakat
-
Google Play Store Larang Aplikasi Pinjaman Online
-
Amartha Raih Penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019
-
Fintech Skor Kredit CredoLab Rambah Pasar Indonesia
-
Tak Ingin Terlilit Utang, Pahami 5 Risiko Ini Sebelum Gunakan Pay Later
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru