Suara.com - Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada akhir tahun 2019 diperkirakan akan sulit mencapai target yang ditetapkan pemerintah sebesar 8 persen. Pasalnya, sepanjang tahun ini pertumbuhannya baru 7,72 persen.
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim mengungkapkan, kelesuan yang terjadi pada industri mamin dikarenakan banyak kalangan pengusaha yang menunggu akibat dinamika politik dan kondisi ekonomi fluktuatif.
"Pertumbuhan industri makanan minuman masih cukup bagus. Sampai September pertumbuhannya 7,72 persen. Kenapa masih di bawah target sebesar 8 persen? Nah, pada semester satu kita tahu kemarin ramai pileg dan pilpres sehingga investor itu agak sedikit menunda," kata Rochim saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Rochim mengakui, bahwa saat ini dinamika ekonomi global sedang lesu sehingga juga berimbas pada kegiatan ekonomi dalam negeri.
Meski lesu, lanjut Rochim, biasanya setelah kuartal III 2019, pertumbuhan industri mamin akan kembali bergairah, karena diperkirakan konsumsi masyarakat akan lebih tinggi.
Berdasarkan catatan Rochim, sepanjang kuartal III 2019 ini pertumbuhan industri mamin sudah mencapai 8,33 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,10 persen.
"Kita tahu pertumbuhan setelah semester 1 cukup mulai memperlihatkan pertumbuhan yang cukup signifikan," kata Rochim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya
-
Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta