Suara.com - PTTEP Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana MM-Sustainability kembali mengadakan acara Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Yogyakarta.
PTTEP Indonesia selama 2 tahun telah berhasil mengumpulkan ribuan stakeholders di 9 kota pada seminar dan lokakarya untuk berdiskusi dan menyaksikan pemaparan mengenai SDGs dari para ahli di berbagai sektor.
Kepala BAPPEDA DIY Budi Wibowo beserta Khun Grinchai General Manager PTTEP Indonesia dan Afiat Djajanegara General Affairs Manager PTTEP Indonesia secara resmi membuka seminar terakhir di tahun 2019 ini.
“Kami mengapresiai PTTEP yang telah menggaungkan isu ini, selanjutnya diperlukan aksi ril dari para stakeholders agar tujuan-tujuan ini dapat tercapai. Di Pemerintahan DIY kami merealisasikan ini dengan menuangkannya dalam Rencana Aksi Daerah (RAD),” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).
DIY adalah daerah yang masuk tiga besar daerah siap SDGs dimana 14 dari 17 indikator yang dicanangkan pemerintah pusat telah berhasil diwujudkan oleh DIY.
Tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai sektor yang antara lain hadir mengisi acara dengan topik pembahasan Pentingnya SDGs dan Peran Industri Minyak dan Gas dalam membangun kemitraan untuk mencapai SDGs dan Kewirausahaan Sosial untuk membangun masa depan yang keberlanjutan adalah Gusti Kanjeng Ratu Hayu dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat, Dony Aryantho dari SKK Migas Jabanusa, Ade Dwi Nursihani dari Green Hotel, Casdimin dari Sobis Pammase, Herdiansyah dari Dompet Dhuafa, dan Silverius Oscar Unggul dari Telapak.
“Partnership adalah foundation dari ekosistem SDGs maka dari itu sangat dibutuhkan kerja sama yang kuat antar sektor untuk mencapai tujuan yang mulia ini,” ujar Ade Dwi Nusihani.
Begitupun pemikiran tokoh-tokoh lain yang hadir dalam seminar ini, bahwa tanpa kerjasama yang kuat oleh seluruh stakeholders atau pemangku kepentingan, SDGs tidak dapat tercapai. Para pemangku kepentingan dapat bekerjasama dan memberikan kontribusi sesuai perannya.
Pada acara tersebut PTTEP juga menyerahkan donasi senilai Rp 15.000.000 kepada Dompet Dhuafa yang merupakan hasil dari terkumpulnya uang pendaftaran lokakarya membangun kemitraan yang keberlanjutan di empat kota, yaitu Balikpapan, Pekanbaru, Bali dan Yogyakarta.
Baca Juga: Najwa Shihab Himpun Donasi untuk 3 Pengamen Korban Salah Tangkap Polisi
Kegiatan ini merupakan komitmen peserta workshop di lima kota melalui PTTEP untuk membangun program pendidikan, kesehatan dan Social Entreprise Dompet Dhuafa demi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, PTTEP Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Sobis Pammase, sebuah social business enterprise dari Sulawesi Barat.
Penandatanganan MoU ini diwakilkan oleh Khun Grinchai, selaku General Manager PTTEP Indonesia dan Casdimin selaku Direktur Sobis Pammase.
MoU ini menandakan kelanjutan dari kerjasama antara PTTEP dan Sobis Pammase dimana PTTEP membantu mendorong keberlanjutan program-program PAUD HI di Sulbar.
Terinspirasi dari 15 unit PAUD yang telah didukung oleh PTTEP Indonesia sejak 2012 di daerah Mamuju, Majene dan Polewali Mandar, PTTEP berharap bahwa program-program tersebut dapat terus berjalan secara mandiri.
“MoU ini merupakan salah satu bukti nyata komitmen PTTEP Indonesia dalam membangun kemitraan dengan LSM-LSM lokal dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah-wilayah sekitar Indonesia. Kerja sama kami Sobis Pammase merupakan bagian dari strategi PTTEP dalam bidang CSR di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kami ingin terus mendukung keberlanjutan program pendidikan, khususnya pendidikan dini di Indonesia, sehingga dapat terus menghasilkan sumber daya manusia yang berprestasi,” kata Bapak Afiat Djajanegara sebagai penutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci
-
Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List
-
Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak
-
Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik
-
KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif
-
Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini
-
IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA