- Kementerian Perdagangan menetapkan HPE dan HR komoditas tembaga serta emas untuk periode 1–14 Maret 2026.
- HPE konsentrat tembaga turun menjadi 6.684,18 dolar AS per WMT; harga emas dan HR emas mengalami kenaikan signifikan.
- Penetapan ini didasarkan pada masukan teknis ESDM mengacu pada data LME dan LBMA serta koordinasi lintas kementerian.
Suara.com - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas tembaga dan emas untuk periode Maret 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 375 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, tertanggal 27 Februari 2026, dan berlaku untuk periode 1–14 Maret 2026.
Untuk HPE konsentrat tembaga periode pertama Maret tercatat sebesar 6.684,18 dolar AS per Wet Metric Ton (WMT), atau turun 0,12 persen dibandingkan periode kedua Februari 2026 yang sebesar 6.692,35 dolar AS per WMT.
Sementara itu, harga emas meningkat dari 159.475,43 dolar AS per kilogram menjadi 161.568,53 dolar AS per kilogram. Harga Referensi (HR) emas juga mengalami kenaikan dari 4.960,24 dolar AS per troy ounce (t oz) menjadi 5.025,35 dolar AS per troy ounce.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penurunan HPE konsentrat tembaga disebabkan oleh aksi ambil untung dan penguatan dolar AS saat harga tembaga global memasuki fase konsolidasi.
Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga tembaga sempat menyentuh 13.300 dolar AS per ton pada 11 Februari, kemudian terkoreksi ke level 12.500–12.700 dolar AS, sebelum akhirnya kembali mendekati 13.200 dolar AS per ton pada akhir Februari 2026.
"Dalam rentang penghitungan tersebut, harga tembaga (Cu) turun 1,44 persen dan perak turun 15,09 persen, sementara emas (Au) naik 1,31 persen. Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan safe-haven serta pembelian oleh sejumlah bank sentral global di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dunia,” ujar Tommy lewat keteranganya pada Sabtu (28/2/2026).
Adapun Penetapan HPE dan HR oleh Kementerian Perdagangan didasarkan pada masukan teknis dari Kementerian ESDM yang mengacu pada fluktuasi harga pasar internasional.
Harga tembaga ditentukan berdasarkan acuan London Metal Exchange (LME), sementara harga emas dan perak merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA).
Baca Juga: Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
Proses penetapan juga melibatkan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Berita Terkait
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Kilau Emas Antam Makin Gila! Terbang ke Rp3 Juta Hari Ini
-
Modus Underinvoicing, Toko Emas Bening Luxury Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Antam Terbang, Hari Ini Dibanderol Rp 2,94 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Perlahan Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp 2,91 Juta/Gram
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih