Bisnis / Energi
Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB
Distribusi BBM kini mulai menggunakan AI. [ist]
Baca 10 detik
  • PT Elnusa Petrofin memperkuat distribusi energi nasional melalui transformasi digital berbasis kecerdasan buatan dalam operasional perusahaan.
  • Perusahaan mengimplementasikan teknologi RTC dan RADAR untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta pengawasan integritas aset di lapangan.
  • Transformasi digital bertujuan mendukung keunggulan operasional serta standar keselamatan lingkungan sesuai komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan energi.

Suara.com - PT Elnusa Petrofin (EPN) terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan distribusi energi nasional. Anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) ini mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memastikan penyaluran energi berlangsung lebih aman, efisien, dan andal.

Transformasi digital tersebut diwujudkan melalui pengembangan Road Traffic Control (RTC) dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR) yang diterapkan pada berbagai lini operasional perusahaan.

RTC mengintegrasikan teknologi GPS tracking dan kamera berbasis AI untuk memantau pergerakan armada, kondisi pengemudi, kepatuhan terhadap batas kecepatan, hingga mendeteksi potensi penyimpangan rute secara waktu nyata (real time).

Sementara itu, RADAR dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas dan integritas aset, terutama di wilayah operasional yang berada di lokasi terpencil atau membutuhkan pengawasan khusus.

Pengemudi mengisi bahan bakar Biosolar B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bay/kye]

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok energi nasional yang aman dan berkelanjutan.

"Connecting Your Energy merupakan komitmen kami untuk terus menghubungkan energi dengan setiap aktivitas yang menggerakkan Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa di balik setiap energi yang tersalurkan, terdapat sistem yang andal, sumber daya manusia yang kompeten, teknologi yang terus berkembang, serta tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan," ujar Doni di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut perusahaan, pemanfaatan RTC dan RADAR menjadi bagian dari strategi memperkuat operational excellence serta Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) excellence.

Teknologi tersebut juga mendukung pengawasan operasional agar setiap proses distribusi energi berjalan secara aman, efisien, bertanggung jawab, dan sesuai standar keselamatan.

Transformasi digital yang dilakukan Elnusa Petrofin tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas operasional.

Baca Juga: Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Perusahaan juga menjadikan digitalisasi sebagai instrumen untuk melindungi pekerja, masyarakat, aset perusahaan, serta lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Langkah tersebut sejalan dengan transformasi bisnis Elnusa Petrofin sebagai penyedia jasa energi dan solusi rantai pasok terintegrasi.

Selama 30 tahun beroperasi, perusahaan terus memperluas kapabilitas di bidang transportasi dan logistik energi, pengelolaan terminal dan fasilitas penyimpanan, pembangunan infrastruktur energi, penyediaan bahan bakar sektor industri dan maritim, hingga layanan pelumas dan bahan kimia terintegrasi.

Selain menggenjot digitalisasi, Elnusa Petrofin juga memperkuat komitmennya terhadap transisi energi melalui implementasi Green Terminal, penyaluran perdana Biosolar Industri B50, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional perusahaan.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari transformasi Elnusa Petrofin menuju perusahaan jasa energi yang semakin adaptif terhadap perkembangan energi rendah karbon.

Load More