Suara.com - Pemerintah terus berupaya menguatkan pondasi ekonomi Indonesia sembari mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era digitalisasi. Beberapa langkah baik jangka pendek, menengah, hingga panjang pun disiapkan.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara 10th Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta (28/11/2019), memaparkan lima pokok yang akan dikerjakan dalam 5 tahun ke depan, antara lain pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam acara ini sebagai pembicara menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek.
“Di Kemenko Perekonomian, kami punya program prioritas yang kita sebut Quick Wins,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga menjelaskan, ada 18 Program Prioritas (Quick Wins), antara lain.
- Perubahan Kebijakan KUR
- Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Daerah
- Pengembangan Holtikultura Berorientasi Ekspor
- Kemitraan Pertanian Berbasis Teknologi
- Pengembangan Asuransi Pertanian
- Sinergi BUMN dalam Pelaksanaan Mandatori B30
- Restrukturasi TPI/TPPI untuk Pengembangan Usaha Petrokimia
- Percepatan Pengembangan Usaha Gasifikasi Batubara
- Pengembangan Usaha dan Riset Green Energi serta Katalis
- Penerapan Kartu Prakerja
- Perbaikan Ekosistem Ketenagakerjaan
- Sertifikasi Halal untuk UMK
- Pengembangan Litbang Industri Farmasi
- Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja
- Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang
- Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Tanah
- Percepatan Penyelesaian dan Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
- Percepatan Penyelesaian Perundingan Perdagangan.
Airlangga pun menyinggung soal RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. RUU ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem investasi serta kemudahan dan perlindungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan 11 klaster yang akan diselesaikan.
Sementara mengenai digitalisasi, Airlangga menuturkan bahwa ekonomi digital menjadi kunci peradaban revolusi industri 4.0 yang akan mendisrupsi banyak aktivitas ekonomi dalam proses bisnis industri.
“Industri digital harus mampu mendorong UMKM seperti Gojek dan Bukalapak misalnya, sudah bisa berkontribusi mendorong industri UMKM,” terang Airlangga.
Indonesia pun sudah mempunyai konsep Making Indonesia 4.0 dengan 5 sektor utama antara lain makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik.
Baca Juga: Golkar Jawab Ada Menteri Jokowi Dorong Airlangga Jadi Ketum: Ngawur!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Tak Cuma Impor Solar, Impor Avtur Juga Akan Dihentikan
-
Purbaya Buka Opsi Diskon Tarif Listrik untuk Korban Banjir Sumatra
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
-
RDMP Balikpapan Alami Hambatan, Bahlil Tuding Ada Pihak Tak Suka RI Swasembada Energi
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
-
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak
-
Penunggak Pajak Jumbo Baru Setor Rp 13,1 T dari Total Rp 60 T