Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif membenarkan adanya penyimpangan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Bahkan ia melihat sendiri penyimpangan tersebut.
"Saya saksikan praktek ini dilakukan. Bagaimana praktek pengisian dilakukan di depan mata, di SPBU charge di sebrang jalan lalu kembali ambil," kata Arifin di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (30/12/2019).
Maka dari itu, Arifin bertekad untuk mengurangi atau menghilangkan praktek yang buat jebol kuota BBM tersebut. Terdapat dua langkah yang ia jalankan untuk menghilangkan praktek-praktek yang ilegal itu.
Pertama, ia menghimbau agar para pelaku sadar bahwa perilaku tersebut telah merugikan banyak pihak.
"Kedua kita akan gunakan manfaat teknologi, menerapkan sistem pengawasan. Berdasarkan Elektronik base teknologi. Yang disebut digitalisasi nozel, sudah dilakukan separuh, dan 2020 bisa selesai," tutur dia.
Terkait Usulan dari BPH Migas, Arifin masih ingin mempelajari. Tapi, ia menilai usulan BPH Migas bisa dijalankan untuk hilangkan penyimpangan.
"Usulan BPH ini harus ditindaklanjuti, pada prinsipnya sangat supportif untuk dilaksanakan. Sesuai target dan waktu yang dibutuhkan. Kita berharap ke depan kita bisa melakukan koreksi terhadap alokasi subsidi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat