Bisnis / Makro
Selasa, 03 Maret 2020 | 18:40 WIB
Mendag Agus Suparmanto dalam Konferensi Pers Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa (3/3/2020). [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua Warga Depok yang positif terinfeksi Virus Corona, harga masker di pelapak online meroket tajam. Bahkan, bisa menembus hingga jutaan rupiah.

Menanggapi hal ini Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengaku belum mengetahui kabar harga jual masker di sejumlah market place tersebut.

"Kami komunikasikan lah, kami mau cek ini baru dengar hari ini kalau online seperti itu, kami belum tahu nanti kami cek," kata Suhanto di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag. Hingga sekarang, kata dia, pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.

"Kami kerjasama dengan satgas untuk cek kondisi di lapangan dan kami juga dengan tim kami Ditjen PKTN melakukan pengawasan di lapangan terhadap stok dan ketersediaan," ucapnya.

Sebelumnya, usai Pemerintah mengumumkan adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terinfeksi virus corona, harga masker langsung melonjak tinggi, di Pasar Pramuka satu boks masker berisi 20 buah dibandrol Rp 350 ribu. Selain itu, lebih geger lagi harga jual masker pada sejumlah pelapak online atau marketplace bisa sampai ratusan ribu rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Public Relations Lead Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi mengatakan di tengah situasi sekarang ini, jika terdapat penjualan produk masker dari mitra penjual yang menaikan harga dengan besaran yang tidak masuk akal, tim internal Shopee
akan dengan segera menindaklanjutinya.

"Shopee juga akan terus berkomunikasi dengan mitra-mitra penjual untuk memastikan harga masker dijual dengan harga yang sesuai," kata Aditya dalam keterangan persnya, Selasa (3/3/2020).

Sementara itu pihak, External Commnications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan platformnya secara aktif terus berupaya memastikan tidak ada kenaikan harga yang tidak wajar, terutama untuk produk masker kesehatan.

Baca Juga: Mitra Jual Masker Corona Rp 900 Ribu, Shopee dan Tokopedia Bertindak

"Kami juga turut menghimbau masyarakat agar dapat melaporkan produk-produk dengan harga yang tidak wajar, langsung dari fitur Laporkan yang ada di setiap halaman produk," katanya.

Penelusuran Suara.com di platform Shopee, harga satu boks masker dengan merek Sensi Mask dijual seharga Rp 900 ribu, padahal sebelumnya harga jual masker dengan merek ini hanya sekitar Rp 45 ribu.

Sementara di lapak online Tokopedia, pelapak menjual masker dengan harga Rp 315 ribu untuk jenis dan jumlah yang sama, yakni 1 boks bermerek Sensi.

Load More