Suara.com - Majelis Ulama Indonesia, menegaskan hukum Islam mengharamkan melakukan penimbunan seperti makanan dan masker saat wabah virus corona Covid-19 merebak.
Apalagi, penimbunan itu dilakukan untuk maraup keuntungan di tengah kesulitan kebanyakan orang terkait wabah tersebut.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Buya Basri Bermanda menjelaskan, perilaku menimbun sesuatu demi meraup keuntungan di tengah kesulitan seseorang itu merupakan sikap tidak Islami.
"MUI bilang penimbunan tidak boleh, itu haram. Jadi apalagi untuk meraup untung banyak dalam orang kesulitan, jadi itu tidak Islami," kata Buya Basri di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).
Untuk diketahui, harga masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, melonjak naik tinggi seiring positifnya dua warga Depok, Jawa Barat, terinfeksi virus Corona atau Covid-19.
Berdasarkan pantauan Suara.com, harga masker jenis Sensi Mask, Neo Health maupun Masker Stardec, kini dijual hingga kisaran Rp 300 ribu per box, dengan berbagai isi dari 35 sampai 50 masker.
Sebelum ramai dua WNI terinfeksi virus Corona, rata-rata harga ketiga jenis masker tersebut dijual dikisaran Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu per boks.
Sementara itu, Presiden Jokowi kekinian mengaku telah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Aziz menangkap para penimbun masker yang menjual dengan harga tinggi.
Instruksi itu disampaikan Jokowi menyusul adanya kelangkaan masker seusai diumumkannya kasus virus corona di Indonesia.
Baca Juga: Pembelian Meningkat, Pasar Jaya Akan Tambah 1450 Masker
"Saya juga meminta kepada Kapolri menindak tegas dengan menimbun masker dengan menjual harga yang sangat tinggi. Hati-hati, ini saya ingatkan," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Tag
Berita Terkait
-
Respons Virus Corona, Jokowi Ungkap Bangun RS Khusus di Pulau Galang
-
Warga Singapura Positif Virus Corona Covid-19 Setelah Kunjungi Jakarta
-
Terkait Pesan Berantai Diduga Pasien Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes
-
Cegah Virus Corona, MUI Serukan Perbanyak Wudu dan Baca Qunut saat Salat
-
Disebut Pesan Masker sampai 20 Ribu Kotak, Tompi: Mau Dipakai Bikin Rumah?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut