Suara.com - Investor dinilai semakin takut untuk menanamkan modalnya di Indonesia, karena jumlah kasus positif virus corona Covid-19 semakin melonjak naik dari hari ke hari.
Per Kamis (19/3/2020), jumlah pasien positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 309 orang.
Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia naik menjadi 25 orang dari sehari sebelumnya, Rabu (18/3), yang 19 orang.
Ekonom Universitas Indonesia Telisa Felianty mengatakan, kondisi itu semakin membuat investor takut.
Mayoritas investor mengkhawatirkan cara pemerintah menangani penyebaran virus tersebut.
"Mortality rate Indonesia karena virus corona paling tinggi, 8 persen, lebih tinggi dari Italia. Padahal, Italia adalah kasus terburuk virus corona sedunia. Tapi dengan mortality lebih tinggi, Indonesia tergagap-gagap," kata Telisa di Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Telisa membandingkan penanganan kasus Covid-19 yang terjadi di negara lain, seperti Malaysia yang kekinian jumlah penderitanya mencapai 900 orang. Tapi jumlah warga Malaysia yang meninggal akibat virus corona hanya 2 orang.
"Malaysia kasusnya lebih banyak dari kita, tapi yang meninggal cuma 2. Rerata kematian itu yang memengaruhi banget, mengkhawatirkan buat investor,” kata dia.
Telisa menuturkan, kekhawatiran itu tidak hanya merebak di kalangan investor asing, melainkan pemilik modal dalam negeri.
Baca Juga: Rupiah dan IHSG Babak Belur, Bukti Investor Tak Percaya ke Pemerintah
"Bahkan untuk investor Indonesia sendiri, mungkin melepas juga modalnya.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran