Suara.com - Harga emas melonjak lebih dari 1,5 persen ke level tertingginya dalam lebih dari tujuh tahun terakhir pada Senin (13/4/2020) imbas paniknya para investor yang bergegas menuju aset safe-haven itu di tengah kekhawatiran pukulan virus corona terhadap ekonomi global.
Mengutip Reuters Selasa (14/4/2020) harga emas di pasar spot melampaui 1.700 dolar AS atau menyentuh level tertingginya sejak Desember 2012 di awal sesi dan terakhir melesat 1,7 persen menjadi 1.717,36 dolar AS per ounce.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,5 persen lebih tinggi menjadi 1.761,40 dolar AS per ounce, dan mencapai level tertingginya sejak Februari 2013 di posisi 1.769,50 dolar AS per ounce.
"Ekuitas Amerika mengalami fluktuasi besar dan orang-orang yang tidak dapat menahan pergerakan seperti ini terus menumpuk emas," kata Phil Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures di Chicago.
"Saya masih berpikir inflasi yang akan datang adalah alasan terbesar mengapa emas memiliki tawaran yang mendasarinya," tambahnya.
Inflasi dianggap sebagai katalis positif bagi emas, karena emas dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman ketika tekanan harga meningkat.
Sementara itu untuk logam lainnya, palladium naik 2,5 persen menjadi 2.227,40 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,4 persen menjadi 745,21 dolar AS per ounce dan perak datar di posisi 15,32 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
Gegara MSCI, Kekayaan Taipan RI Ludes Rp 367 Triliun, Prajogo Pangestu Paling Banyak
-
Danantara Bikin BUMN Tambang Baru, Purbaya Sebut Lebih Untung Daripada Beli Obligasi
-
OJK Naikkan Batas Free Float Saham ke 15 Persen, Ada Sanksi Untuk Pelanggar
-
Badai MSCI Tumbangkan IHSG, OJK Buka Kantor Darurat di Bursa
-
Program Desa BRILiaN BRI Perkuat BUMDesa dan Ekonomi Lokal Berkelanjutan
-
Di Tengah Pasar Ambyar, Emiten Happy Hapsoro Siap Guyur Rp 250 M Buat Buyback
-
IHSG Masih Terjungkal 5,91 Persen ke Level 7.828 di Sesi I
-
Kemenperin Gandeng ADB Bangun Ekosistem Semikonduktor Nasional, Fokus SDM dan Desain Chip
-
MSCI 'Sentil' BEI, Purbaya: Sudah Saya Ingatkan soal Saham Gorengan
-
Purbaya Tetap Pede IHSG 'To The Moon' 10.000 Meski Ada Trading Halt 2 Hari Berturut-turut