Suara.com - BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan sebuah media nasional kembali menyerahkan bantuan berupa alat perlindungan diri (APD) kepada para tenaga medis dan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Bantuan kali ini disalurkan ke RSUD Tangerang.
Bantuan tersebut merupakan hasil dari aksi penggalangan dana melalui Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona (Gebah Corona), yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, IDI, dan media nasional tersebut.
“Gebah Corona merupakan aksi berkelanjutan dari kami, bagi tenaga kesehatan yang berada di lini paling depan. Semoga langkah ini dapat mendukung kelancaran para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, yang hadir bersama Ketua IDI Wilayah Banten, Budi Suhendar, dan pimpinan media nasional yang bersangkutan, Jakarta, Jumat (17/04).
Fachmi mengatakan, APD berupa masker medis, sarung tangan karet, baju pelindung medis lengkap, dan kipas disinfektan itu nantinya akan didistribusikan kepada tenaga medis yang bertugas di lapangan. RSUD Kabupaten Tangerang sendiri merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah secara khusus untuk menangani Covid-19 di area Banten.
Oleh karenanya, lanjut Fachmi, penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran tenaga medis rumah sakit setempat dalam menjalankan tugasnya.
“Gotong royong bersama ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga medis yang bertugas melayani masyarakat di tengah pandemi virus corona. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa menginspirasi masyarakat dan instansi lainnya untuk turut bergerak mendukung kerja tenaga medis,” ujarnya.
Hingga saat ini, angka pasien positif Virus Corona di Indonesia telah menembus hingga lebih dari 5.000 kasus. Dukungan dari masyarakat pun sangat diperlukan, agar tenaga medis bisa melakukan pekerjaannya dengan aman.
Dompet donasi Gebah Corona ini juga masih terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Masyarakat bisa ikut berdonasi dengan melakukan transfer ke PT Republika Media Mandiri melalui Bank BCA, dengan nomor rekening 375.305.177-1 dan Bank Mandiri dengan nomor rekening 127.00.9090909-2.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kabupaten Tangerang, drg. Naniek Isnaini mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepedulian yang luar biasa dalam Gebah Corona. Menurutnya, aksi penggalangan dana tersebut menurut wujud nyata instansi dan masyarakat untuk membantu tenaga medis melawan Covid-19.
Baca Juga: Intip Pembuatan Alat Pelindung Diri untuk Hindari Corona
“Dengan bantuan APD ini, kami jadi merasa lebih tenang dalam bertugas. Kami juga bisa mengamankan petugas kami yang melayani pasien Covid-19. Kita tidak tahu kapan kasus ini akan menurun. Oleh karena itu, perlu komitmen, motivasi dan kebersamaan yang kuat dalam menghadapi Covid-19. Kita juga harus saling menyemangati, membekali tenaga medis dengan pengetahuan tentang Covid-19, serta dan semaksimal mungkin berupaya memenuhi sarana prasarana yang dibutuhkan,” tuturnya.
Di RSUD Kabupaten Tangerang sendiri, lanjutnya, telah disiapkan gedung khusus untuk menangani ibu hamil, ibu yang akan bersalin, ibu dan anak, serta para karyawan dan tenaga medis rumah sakit setempat, yang didiagnosa positif terkena Covid-19.
“Dalam waktu sebulan ini luar biasa, kami harus siapkan sarana prasarana dengan dana yang terbatas. Alhamdulillah, sekarang pelan-pelan kami lebih siap. Bagi masyarakat, mohon bantu kami untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, serta jangan memberikan stigma negatif pada pasien Covid-19. Mari kita bersama-sama lawan Covid-19,” tandasnya.
Adapun sampai April 2020, bantuan APD dari Gebah Corona disalurkan ke 10 rumah sakit, yaitu RS Mintohardjo Jakpus, RSU Bhayangkara Tk. I R. Said Sukamto Jaktim, RS Pelni Jakbar, RSKD Duren Sawit Jaktim, RS Muhammadiyah Taman Puring Jaksel, RSUD Kab. Tangerang, RSUD Arjawinangun Kab. Cirebon, RS PKU Muhammadiyah Surakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan RSUD Kota Bekasi.
Berita Terkait
-
Ikhtiar PMI Sembuhkan Pasien Covid-19 Pakai Plasma Darah
-
Bila APD Habis, Ahli Sarankan Staf Medis Pakai Celemek Plastik Sekali Pakai
-
Bupati Boltim Sosialisasi Bahaya Covid-19, Publik: Jubir Corona Terbaik!
-
Peneliti Duga Virus Corona Covid-19 Sudah Ada Sejak September 2019
-
Minggu Depan, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 ke Manusia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
8 Calon Emiten Mau IPO dengan Aset Jumbo, Ini Bocorannya
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835