Suara.com - Satu keluarga dengan dua anak yang masih kecil harus berbuka dan sahur dalam gelap setelah PLN ULP Batusangkar memutus aliran listrik dengan nomor pelanggan ID.132211045567 daya 900 Watt, jorong lima Sumaniak Tanah Datar, Sumatera Barat.
"Anak gadis saya biasanya pada ramadan ini rajin sholat dan mengaji di rumah, namun tadi malam tidak mau tarawiah dan mengaji dia hanya menanggis dan sebentar-sebentar keluar rumah, pergi ke rumah tetangga, katanya gelap, takut. Sementara anak gadis saya yang berumur 10 tahun tiap sebentar meringgis ketakutan," ungkap Mel pemilik rumah yang listriknya dicabut PLN, ditulis Senin (4/5/2020).
Mel menuturkan, bahwa makanannya yang ada di dalam kulkas banyak yang busuk, karena listrik tak hidup.
"Jangankan membantu bahan sembako pada saat Corona ini, akibat dicabut listrik stok makanan dikulkas jadi busuk. Tagihan yang menunggak sudah kami bayar dan kami laporkan ke PLN, namun sampai hari ini lampu kami belum juga nyala," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa biasanya setelah tagihan dibayar PLN biasanya akan memasang kembali aliran listrik yang diputus.
"Sampai kapan kami akan bergelap-gelap di Ramadan ini, kami serahkan saja pada Allah, beribadah dan tadarus susah, sahur susah, masak nasi susah, cuci baju susah, mensetrika tak bisa, berbuka gelap hanya di temani lilin, bahkan saya biasanya mengaji sehabis sholat subuh di ramadan ini tak bisa," sampai Mel.
Sebelumnya, Firdaus salah satu petugas di kantor jaga Sungai Tarab menyatakan, bahwa jika pelanggan tak bersedia dilakukan migrasi maka petugas kantor jaga tidak diperbolehkan menyambungkan aliran listrik pelanggan no id.132211045567 daya 900 Watt, jorong lima Sumaniak Tanah Datar.
PLN ULP Batusangkar telah membongkar MCB pelanggan, padahal tunggakan yang dua bulan telah mereka bayar.
Berita ini sebelumnya dimuat Minangkabaunews.com jaringan Suara.com dengan judul "Listrik Dicabut PLN di Tengah Corona dan Gelap, 2 Gadis Kecil Hanya Bisa Menangis di Rumahnya"
Baca Juga: Alasan Tak Bisa Cek Meteran Listrik karena Corona, PLN Dikritik Ombudsman
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%
-
Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya
-
Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA
-
IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras
-
Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah
-
Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto
-
IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound
-
Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik
-
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada Pajak Baru Tahun 2027
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 646,3 T di April 2026, Purbaya Pamer Capaian Minus Era Sri Mulyani