- Harga pangan nasional fluktuatif pada Senin, 8 Februari 2026, dengan kenaikan tertinggi komoditas cabai rawit merah Rp70.490/kg.
- Ikan kembung, ikan tongkol, dan beras khusus lokal mengalami kenaikan harga, sementara beberapa jenis beras mengalami penurunan.
- Mayoritas komoditas lain seperti bawang merah, daging ayam, telur, dan daging sapi menunjukkan tren penurunan harga signifikan.
Suara.com - Harga pangan nasional kembali bergerak fluktuatif pada Senin, 8 Februari 2026. Data rata-rata harga pangan nasional yang dihimpun dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah.
Cabai rawit merah tercatat dibanderol Rp70.490 per kilogram. Harga tersebut naik Rp1.526 atau setara 2,21 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi di antara komoditas pangan strategis lainnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi sepekan lalu, lonjakan harga cabai rawit merah kian tajam. Pada Selasa, 3 Februari 2026, cabai rawit merah tercatat berada di level Rp60.400 per kilogram setelah naik Rp542. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari sepekan, harga cabai rawit merah telah melonjak lebih dari Rp10.000 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, kenaikan harga juga tercatat pada komoditas ikan kembung. Harga ikan kembung saat ini berada di level Rp46.194 per kilogram atau naik Rp597 setara 1,31 persen. Pekan lalu, ikan kembung tercatat Rp45.270 per kilogram dengan kenaikan Rp541, menunjukkan tren penguatan yang masih berlanjut.
Komoditas beras khusus lokal juga tercatat mengalami kenaikan harga. Beras khusus lokal kini dijual dengan harga Rp15.878 per kilogram atau naik Rp101 setara 0,64 persen.
Pada pekan lalu, harga beras khusus lokal sempat berada di level Rp15.936 per kilogram setelah naik Rp254, menandakan fluktuasi harga masih terjadi pada segmen beras tertentu.
Harga ikan tongkol turut mengalami kenaikan meski relatif terbatas. Saat ini, ikan tongkol dibanderol Rp37.467 per kilogram atau naik Rp154 setara 0,41 persen. Kondisi ini berbalik arah dibandingkan pekan lalu ketika harga ikan tongkol justru tercatat turun ke level Rp36.749 per kilogram.
Sementara itu, komoditas pangan lainnya cenderung mengalami penurunan harga. Beras premium tercatat Rp15.495 per kilogram atau turun Rp196, sedangkan beras medium berada di level Rp13.299 per kilogram, turun Rp98 dibandingkan hari sebelumnya.
Harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga tercatat melemah menjadi Rp12.433 per kilogram atau turun Rp29. Beras medium non-SPHP dibanderol Rp13.897 per kilogram, turun Rp42.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
Di sektor bumbu dapur, bawang merah justru mengalami penurunan cukup dalam. Harga bawang merah tercatat Rp40.024 per kilogram atau turun Rp1.211. Pekan lalu, bawang merah berada di level Rp39.146 per kilogram dengan koreksi yang lebih besar.
Harga kedelai biji kering impor tercatat Rp10.846 per kilogram atau turun Rp73. Jagung tingkat peternak juga melemah ke level Rp6.761 per kilogram setelah turun Rp149.
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp39.758 per kilogram atau turun Rp233. Telur ayam ras tercatat Rp30.426 per kilogram, turun Rp295 dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas daging sapi murni tercatat Rp136.490 per kilogram atau turun Rp784. Daging kerbau beku impor berada di level Rp109.743 per kilogram setelah turun Rp1.288, sedangkan daging kerbau segar lokal tercatat Rp142.308 per kilogram atau turun Rp134.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Makin Murah Hari Ini, Bawang Merah hingga Beras Medium Ikut Turun
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai hingga Beras Makin Murah
-
Harga Pangan Nasional Terus Melandai, Cabai hingga Bawang Merah Kompak Turun
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI
-
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
-
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik
-
Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir
-
Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%