- Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 5,31% pada Senin (9/2/2026), didorong aksi beli bersih investor domestik Rp113,1 miliar.
- Investor asing melakukan akumulasi signifikan pada Jumat sebelumnya (6/2) meskipun terjadi koreksi harga tajam.
- Pada minggu pertama Februari, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) BUMI senilai Rp336,5 miliar.
Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan pekan ini, Senin (9/2/2026).
Emiten yang kini berada di bawah naungan kolaborasi Grup Bakrie dan Grup Salim tersebut berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertekan pada pekan lalu.
Hingga pukul 11.10 WIB, saham berkode BUMI terpantau menguat 5,31 persen ke level Rp238 per lembar. Aktivitas transaksi di pasar sangat progresif dengan volume mencapai 3,29 miliar saham dan nilai perputaran uang menyentuh Rp770,22 miliar dalam frekuensi perdagangan lebih dari 63 ribu kali.
Lonjakan harga BUMI hari ini didorong oleh aksi beli masif yang sangat dominan. Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, BUMI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp113,1 miliar, menempatkannya di posisi puncak klasemen saham yang paling banyak diborong oleh investor saat ini.
Menariknya, pergerakan positif ini merupakan kelanjutan dari anomali yang terjadi pada Jumat (6/2) pekan lalu.
Meski saat itu harga saham BUMI terkoreksi tajam 5,83 persen ke level Rp226, investor mancanegara justru diam-diam melakukan akumulasi dengan total net buy mencapai Rp171,48 miliar.
Beberapa broker yang menjadi motor penggerak aksi beli asing ini antara lain:
UBS Sekuritas Indonesia (AI): Mencatat net buy Rp140,9 miliar.
Mandiri Sekuritas (CC): Membukukan net buy Rp83,4 miliar.
Baca Juga: 6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
JP Morgan Sekuritas (BK): Mencatat akumulasi Rp22,3 miliar.
Sementara itu, investor domestik juga tidak ketinggalan melakukan aksi beli melalui broker KB Valbury Sekuritas, Maybank Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas dengan nilai akumulasi yang cukup signifikan.
Di tengah sentimen positif ini, para analis mulai memetakan target harga baru bagi BUMI. CGS International Sekuritas dalam kajian terbarunya menetapkan dua level krusial yang perlu diperhatikan investor hari ini:
Resistensi Pertama: Rp237 (telah terlewati pada sesi I).
Resistensi Kedua: Rp247.
Jika ditarik ke belakang, perjalanan BUMI sepanjang pekan pertama Februari (2–6 Februari 2026) sangat penuh intrik. Saham ini sempat menjadi incaran aksi jual (net sell) oleh pemodal internasional dengan nilai akumulasi mingguan mencapai Rp336,5 miliar.
Berita Terkait
-
IHSG Berbalik Rebound Senin Pagi, Tapi Rawan Koreksi
-
Asing Akumulasi Saat IHSG Melemah, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Isu Saham PIPA Ubah Bisnis Jadi Perusahaan Migas, Ini Kata Manajemen
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar
-
Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden
-
Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I
-
Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI
-
Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang
-
Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan
-
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan Bantu BI Setelah Rupiah Tembus Rp 17.500
-
Alarm Bahaya dari MSCI: Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Taji di Mata Global
-
BPNT Tahap 2 Bulan Mei 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal Bantuan, dan Cara Pencairannya