- UBS disorot karena dokumen rahasia AS menunjukkan pembukaan rekening klien Ghislaine Maxwell pada 2014.
- UBS mengelola dana Maxwell hingga US$19 juta menggunakan manajer dan fasilitas perbankan eksklusif.
- Bank tersebut melanjutkan hubungan bisnis dengan Maxwell meskipun JPMorgan Chase telah menutup akun terkait Epstein.
Suara.com - Lembaga keuangan raksasa asal Swiss, UBS, kini berada di bawah sorotan tajam setelah dokumen rahasia Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Epstein Files) mengungkap hubungan perbankan mereka dengan Ghislaine Maxwell.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa UBS membuka akun untuk Maxwell pada tahun 2014, hanya beberapa bulan setelah JPMorgan Chase memutuskan untuk menghentikan hubungan bisnis dengan lingkaran Jeffrey Epstein karena risiko reputasi.
Dilansir dari reuters, bertahun-tahun sebelum akhirnya Maxwell divonis bersalah atas kasus perdagangan seks anak, UBS dilaporkan membantu mengelola dana hingga US$19 juta (sekitar Rp298 miliar) milik wanita yang kini mendekam di penjara selama 20 tahun tersebut.
Meski keterlibatan Maxwell dengan Jeffrey Epstein sudah menjadi rahasia umum dan dilaporkan secara luas oleh media, UBS tetap menerima Maxwell sebagai klien elit.
Berikut adalah beberapa fakta krusial yang diungkap dalam dokumen tersebut:
- Fasilitas VIP: UBS menyediakan dua manajer khusus untuk membantu Maxwell memindahkan jutaan dolar dan memberikan berbagai fasilitas perbankan eksklusif yang biasanya dicadangkan untuk klien sangat kaya (ultra-wealthy).
- Akun Bisnis dan Amal: Dana tersebut tersebar di berbagai akun pribadi maupun bisnis, termasuk yayasan amalnya, TerraMar Project, serta entitas lain seperti Ellmax dan Pot & Kettle.
- Bantuan untuk Epstein: Dokumen tersebut juga mengungkap bahwa pada 2014, UBS sempat memberikan kartu kredit kepada Jeffrey Epstein, meskipun akhirnya akun tersebut ditutup pada September tahun yang sama karena pertimbangan "risiko reputasi". Namun, anehnya, hubungan dengan Maxwell tetap berlanjut.
Dokumen pengadilan menunjukkan perbedaan mencolok antara kebijakan JPMorgan Chase dan UBS.
Pada tahun 2011, JPMorgan telah menetapkan Maxwell sebagai "Klien Berisiko Tinggi" karena hubungannya dengan Epstein yang merupakan terpidana kasus asusila tahun 2008. Pada 2013, JPMorgan resmi menutup seluruh akun terkait.
Namun, di akhir tahun 2013, Maxwell diperkenalkan kepada UBS oleh seorang kolega di sektor ekuitas swasta.
Melalui korespondensi email, pihak Maxwell mendesak UBS untuk "mempercepat proses transisi dari JPMorgan" karena ia ingin segera memindahkan asetnya sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
Baca Juga: Ada Nama Zayn Malik di Arsip Jeffrey Epstein, Ternyata Ini Alasannya
UBS mengklaim telah melakukan uji tuntas (due diligence) sebelum menerima aset tersebut, namun pihak bank menolak menjelaskan secara rinci mengapa mereka menerima klien yang sudah dianggap "berbahaya" oleh bank terbesar di Amerika Serikat tersebut.
Dokumen perbankan tersebut juga mencatat aktivitas keuangan Maxwell yang mencurigakan menjelang kejatuhan jaringan Epstein:
Transfer Pribadi: Pada tahun 2016, Maxwell menginstruksikan bank untuk mengirimkan US$2,5 juta kepada Scott Borgerson, pria yang ia nikahi secara rahasia tahun itu.
Pasca Penangkapan Epstein: Hanya 16 hari setelah Jeffrey Epstein ditangkap pada Juli 2019, UBS masih memproses permintaan Maxwell untuk memindahkan dana sebesar US$130.000 guna membayar tagihan kartu kredit American Express.
Penyelidikan FBI: Pada Agustus 2019, barulah UBS menerima surat perintah dari juri agung (Grand Jury Subpoena) dan mulai menyerahkan data transaksi kabel kepada FBI.
Berita Terkait
-
Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?
-
Silsilah Jeffrey Epstein, Keluarganya dari Yahudi Terpandang
-
Terbongkar! Dokumen Epstein Files Ungkap 902 Sebutan 'Indonesia', Ada Apa di Balik Skandal?
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Terpopuler: Kronologi Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Agama Jeffrey Epstein?
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
-
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk
-
Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman
-
BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM