Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang Kuartal I 2020 hanya tumbuh 2,97 persen, angka ini jauh dari harapan pemerintah yang berharap ekonomi bisa tumbuh di atas 4 persen.
Menanggapi hal tersebut staf khusus Menteri Keuangan bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin mengatakan, perlambatan di sisi konsumsi dan investasi jadi penyebab utamanya.
"Di kuartal pertama cukup dalam. Meski, perekonomian baru secara menyeluruh terpengaruh oleh dampak pandemi Covid-19 sejak bulan Maret. Akan tetapi beberapa sektor sudah mulai terdampak akibat disrupsi rantai pasok dari Tiongkok sejak Februari. Bahkan, sektor pariwisata telah terpengaruh sejak Januari,” ujar Masyita Crystallin dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Di sisi konsumsi, kontraksi terdalam terjadi pada industri pakaian dan alas kaki, transportasi, dan restoran.
Dalamnya kontraksi di barang sekunder ini, sejalan dengan physical distancing dan pengurangan mobilitas penduduk. Konsumsi di tiga komponen ini, akan makin dalam di kuartal II dengan mulai diterapkannya PSBB.
Sedangkan konsumsi kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman di luar restoran masih cukup terjaga tumbuh di atas 5 persen sektor kesehatan justru menunjukkan peningkatan.
Tahun ini, pola konsumsi pasti berubah karena pembatasan interaksi antar manusia. Masyarakat akan memfokuskan pengeluaran pada bahan kebutuhan pokok.
Sementara pengeluaran yang sifatnya tidak prioritas akan terus tertekan. Artinya, konsumsi yang masih dapat terjaga adalah makanan dan minuman selain restoran serta jasa kesehatan, yang proporsinya mencapai 44 persen dari konsumsi rumah tangga.
“Tentunya investasi juga menunjukkan kontraksi yang dalam. Selain investasi swasta, investasi pemerintah pun akan mengalami kontraksi sepanjang tahun ini karena dana proyek infrastruktur non prioritas dialihkan untuk penanganan Covid-19,” jelas Masyita.
Baca Juga: Prediksi Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi Meleset
Selain itu, Masyita juga menekankan bahwa ketiga sektor dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi, yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan dan sektor industri juga mengalami tekanan.
Dalam estimasi pemerintah, jika pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 berada pada skenario sangat berat di -0.4 persen, tambahan pengangguran dapat mencapai 5,23 juta orang.
“Pemerintah tentunya tidak tinggal diam,” ungkap Masyita.
“Sejauh ini kebijakan pemerintah untuk mempertahankan daya beli melalui bansos dan bantuan pemerintah lainnya, yang mulai diimplementasikan di kuartal II, sesuai dengan kondisi yang dihadapi yaitu perlambatan konsumsi. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat menjaga pemenuhan kebutuhan pokok dalam kondisi yang sangat sulit ini,” tambahnya.
Dengan lemahnya pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan terus menyiapkan stimulus untuk mengurangi dampak pandemi tidak hanya terhadap konsumsi masyarakat tetapi juga untuk meringankan beban dunia usaha karena perlambatan sektor riil dengan program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN).
“Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang saat ini sedang disiapkan pemerintah diharapkan dapat membantu meringankan tekanan terhadap pelaku usaha,” kata Masyita.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri