Suara.com - Di era pandemi Covid-19 ini, tantangan perusahaan untuk melakukan transformasi digital semakin menemukan momentumnya. Pasalnya, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena low touch economy. Artinya aktivitas ekonomi yang sangat meminimalkan sentuhan fisik.
Dengan low touch economy, maka konsumen akan semakin terdorong mengadopsi teknologi digital. Bahkan teknologi digital diyakini menjadi senjata dan solusi dalam kondisi low touch economy.
Hal itu pun terlihat dari makin berkembangnya aktivitas masyarakat yang sangat mengandalkan teknologi digital seperti belanja (shopping), belajar (learning), rapat (meeting), hingga berobat (telemedicine).
Dan ke depan, fenomena low touch economy ini diyakini akan menjadi aktivitas keseharian mengingat masyarakat masih khawatir dengan penularan virus corona.
Kondisi ini tentu saja mendorong perusahaan untuk semakin going digital. Terlebih bagi perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel yang memang sedang bertransformasi menjadi digital telco company. Telkomsel seakan menemukan momentumnya.
"Bahkan harus diakui, Covid-19 mempercepat transformasi digital," ungkap CEO Telkomsel Setyanto Hantoro, dalam acara Indonesia Brand Forum 2020 (IBF 2020) secara live webinar seperti ditulis, Kamis (2/7/2020).
Dalam transformasi digital yang dijalankan, Telkomsel memiliki tiga lapisan. Pertama, digital connectivity. Ini menjadi semacam core of the core. Telkomsel menyediakan konektivitas digital untuk semua segmen masyarakat.
Kedua, digital platform. Menyediakan platform digital yang andal. Dan ketiga, digital services, menyajikan layanan yang berkualitas di atas platform yang dimiliki.
Transformasi digital dalam rangka menjadi telco digital company ini, Setyanto, melanjutkan, menjadi syarat penting bagi Telkomsel untuk memenangkan persaingan. Terlebih di era low touch economy.
Baca Juga: Solusi IoT Telkomsel Maksimalkan Sistem Operasional Bisnis Ritel
Digital menjadi tools untuk berinovasi memanfatkan momentum yang muncul dari perubahan kondisi masyarakat dan perilaku konsumen. Dengan konektivitas luas yang dimiliki, banyaknya platform, dan beragamnya layanan, Setyanto yakin Telkomsel sangat besar.
"Dengan potensi yang ada, kami ingin nantinya Telkomsel ini sebesar gajah, tapi selincah merpati," tukas Setyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?
-
Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas
-
Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan
-
Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak