Suara.com - Perbankan tampaknya terus berkejaran dengan waktu di era new normal ini. Di sisi kredit, mereka harus melakukan mitigasi risiko, terutama dengan para debitur. Di sisi lain (lending) mereka juga harus selektif untuk industri yang prospektif untuk dibiayai. Semuanya dilakukan agar bisa survive.
Sementara itu, di sisi pemasaran, mereka juga mesti kreatif-inovatif. Salah satunya adalah dengan melakukan transformasi digital untuk mengefisienkan proses kerja sekaligus mengadopsi perubahan perilaku nasabah di era low touch economy, atau ekonomi minim sentuhan fisik.
Salah satu bank yang makin serius melakukan transformasi digital adalah BRI. Menurut Direktur Consumer BRI, Handayani, mereka sudah melakukan transformasi digital sejak 2018 melalui apa yang disebut sebagai BRIVolution.
Ini adalah payung dalam melakukan transformasi baik dari dari sisi culture maupun digital. Khusus untuk transformasi digital, ada tiga pendekatan yang dilakukan BRI yaitu digital customer on boarding, digital product and services dan digitalization process.
Dengan transformasi itu, BRI kini memiliki layanan digital yang kian massif dan andal. Bahkan mendapatkan momentumnya saat pandemi Covid-19 melanda.
Salah satu wujudnya adalah digitalization process. Selain transaksi melalui mobile dan internet banking, nasabah yang ingin membuka rekening BRI sudah bisa melakukannya secara online melalui aplikasi BRImo yang memungkinkan semua proses Know Your Customer (KYC) dilakukan online tanpa harus ke kantor cabang.
"Dan ternyata aplikasi pembukaan rekening secara online ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat terutama selama pandemi Covid-19 ini," kata Handayani pada acara Indonesia Brand Forum 2020 (IBF 2020) ditulis Kamis (2/7/2020).
Selanjutnya, dalam acara yang berlangsung secara webinar ini, Handayani juga mengungkapkan bahwa tren transaksi digital di BRI selama pandemi Covid-19 tumbuh pesat, yang menunjukkan besarnya animo masyarakat mengadopsi kehidupan digital.
Awalnya, dia menegaskan, pihaknya tidak memperkirakan transaksi digital akan menjadi sebuah kebutuhan yang luar biasa. Namun setelah adanya pademi ini justru terlihat bahwa langkah transformasi yang sudah dilakukan ternyata mendapat respon yang sangat baik.
Baca Juga: BRI Gandeng Google Cloud untuk Berdayakan UMKM di Indonesia
Alhasil, melihat animo serta kebutuhan tersebut, tak salah jika BRI akan semakin mendorong transformasi digital ini agar membuat BRI menjadi yang terdepan di masa-masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?