Suara.com - Watsons jaringan ritel kesehatan dan kecantikan dari A.S. Watsons Grp, mengumumkan untuk mengambil tanggung jawab lebih lanjut terhadap kelestarian lingkungan dengan menjadi ritel kesehatan dan kecantikan pertama yang terdaftar pada New Plastics Economy (NPE) Global Commitment untuk mengurangi sampah plastik.
Watsons juga telah terdaftar menjadi anggota dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam membantu mengatasi dampak lingkungan dari kelapa sawit.
Dengan berkomitmen terhadap kesinambungan jangka panjang, Watsons telah menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan yang lebih luas melalui 13 pasar di Asia dan Eropa dalam memperkuat dua tujuan utama menuju Sustainability Roadmap pada 2030 yakni pengelolaan sampah yang lebih baik dan produk private label (own brand) yang lebih bertanggung jawab.
“Kami tahu bahwa pelanggan kami semakin menyadari isu sustainability dan oleh karena itu diharapkan brand yang mereka pilih memiliki kesamaan nilai seperti apa yang telah mereka lakukan. Watsons sebagai ritel kesehatan dan kecantikan terbesar, merasa ini merupakan tugas kami untuk DO MORE, sehingga kami berkomitmen untuk menciptakan sebuah lingkungan yang berkesinambungan serta menyediakan lebih banyak lagi pilihan produk-produk yang sustainable bagi pelanggan kami,” kata Group COO of A.S. Watson Group dan CEO of A.S. Watson (Asia & Europe) Malina Ngai dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2020).
Larangan Menyeluruh atas Penggunaan PVC Pada 2030 Dengan inisiatif berpartisipasi dalam New Plastics Economy Global Commitment, Watsons akan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan dalam membantu menanggulangi polusi plastik tepat pada sumbernya.
Dalam membantu mengatasi persoalan serius dari polusi microplastic, pada 2014, A.S. Watsons telah melarang penggunaan microplastic pada produk Own Brand termasuk pada produk kosmetik pembersih wajah/produk perawatan pribadi yang berbentuk scrub. Larangan ini diperluas pada seluruh produk Own Brand lainnya serta merek produk yang dijual di semua gerai pada Januari 2020.
Watsons Hong Kong meluncurkan Plastic Container Recycling Programme pada 2015 untuk mengumpulkan wadah plastik personal care maupun botol air minum kemasan di seluruh gerai untuk membantu konsumen lebih proaktif dalam langkah-langkah melindungi lingkungan.
Sementara Watsons Filipina menyediakan paper bag sebagai salah satu alternatif kantong plastik. Watsons Thailand juga bekerja sama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan menjalankan No Bag Day Campaign on the 4th setiap bulannya dimana pelanggan yang sudah terdaftar sebagai member dan tidak menggunakan kantong plastik akan menerima bonus poin atas penghargaan telah ikut berpartisipasi dalam Watsons green movement.
Sementara Watsons Indonesia telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada seluruh gerai Watsons yang tersebar di Indonesia sesuai dengan peraturan pemerintah dan menyediakan cassava bag yaitu pengganti kantong plastik konvensional, terbuat dari resin alami yang berasal dari 98% pati tapioka, 1% minyak nabati, dan 1% biopolimer alami yang dapat dikomposkan dan dapat dikonsumsi oleh mikro-organisme dalam tanah.
Baca Juga: Duh, Wabah Covid-19 Bikin Masalah Sampah Plastik Makin Mengkhawatirkan
Selain itu Watsons Indonesia juga menyediakan berbagai pilihan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali berbahan dasar non-woven, kanvas dan parasut.
Sebagai bagian dari komitmen kami dalam mempromosikan produk Own Brand yang bertanggung jawab, Watsons telah mengambil langkah dan bergabung dalam Roundtable for Sustainable Palm Oil, organisasi terkemuka yang mendukung isu sosial dan lingkungan yang konsen terhadap industri minyak kelapa sawit.
Watsons saat ini sedang meninjau keseluruhan portofolio dari Own Brand untuk mengidentifikasi produk yang dapat menggunakan minyak kelapa sawit bersertifikat RSPO pada akhir 2021.
“Watsons bangga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu sustainability dengan inisiatif mendukung dua hal baru yang penting terhadap lingkungan. Kami senang telah lebih dulu dan menjadi yang pertama pada industri ritel kesehatan dan kecantikan yang tergabung dalam New Plastic Economy Global Commitment. Kami berharap akan lebih banyak lagi kelompok ritel dapat membuat komitmen bermakna dalam kelestarian lingkungan sehingga bersama dapat membuat bumi kita lebih bisa berkelanjutan,” tambah Ngai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
International Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, Apa Saja Kewenangannya
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah