Bisnis / Makro
Selasa, 07 Juli 2020 | 07:23 WIB
Konferensi pers yang dilakukan di Jakarta (6/7/2020), bersama Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan. (Dok : BRI)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) mendukung upaya-upaya Bank BRI, dalam kaitannya dengan penyelamatan dan recovery UMKM yang terimbas pandemi Covid-19. Dalam konferensi pers yang dilakukan di Jakarta (6/7/2020), Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan menyampaikan, pihaknya aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga dan pihak terkait lainnya, termasuk salah satunya BRI, dengan tujuan untuk memberi perlindungan terhadap pelaku UMKM di Indonesia.

Salah satu bentuk nyata upaya kepedulian pemerintah adalah dengan digulirkannya program tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari menyampaikan, pihaknya telah menerima alokasi dana tersebut dari Kemenkop dan UKM dan telah meneruskan subsidi bunga ini kepada UMKM yang masuk dalam kriteria penerima.

“Pada Selasa (30/6/2020), BRI telah mendistribusikan stimulus tambahan subsidi bunga KUR tahap pertama yang telah diterima dari pemerintah senilai Rp 12,9 miliar kepada lebih dari 211 ribu debitur KUR di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Secara teknis, tambahan subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah akan dimasukan ke rekening pinjaman debitur dan tidak dapat diambil secara tunai untuk cadangan beban pembayaran bunga atau meringankan pembayaran bunga bulan berikutnya.

“Selanjutnya, debitur yang dinyatakan berhak menerima tambahan subidi bunga, akan menerima stimulus sebesar 6 persen pada 3 bulan pertama, dan 3 persen pada 3 bulan kedua, serta tambahan subsidi tersebut berlaku sejak bulan Mei 2020,” imbuh Supari.

BRI telah melakukan berbagai upaya untuk membantu debitur terdampak untuk tetap bertahan melalui program restrukturiasi. Sampai dengan pertengahan Juni 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi dengan nilai mencapai Rp 164,9 triliun yang mayoritas ada di segmen UMKM.

Load More