Suara.com - PT Phapros Tbk (PEHA) telah menyiapkan strategi agar bisa bertahan dan lebih berkembang di tengah kondisi pandemi Covid-19 sepanjang tahun ini. Salah satunya, fokus ke produk yang menghasilkan margin besar.
Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan, perseroan akan kembali menata portofolio produk untuk bisa jadi andalan.
"Fokus ke produk yang menghasilkan margin besar sebagai langkah adaptasi terhadap dinamisasi perkembangan industri dan perekonomian dan resourcing bahan baku. Serta melakukan penghematan biaya operasional dengan pendekatan New Normal," ujar Hadi dalam paparan publik yang ditulis Rabu (29/7/2020).
Dalam era Covid ini, lanjutnya, new normal tidak hanya dalam bekerja tetapi juga new normal dalam portofolio produk.
"Selama ini kami ada 250 produk. Phapros harus mulai memilih portofolio yang bagus dan akan ditingkatkan. Ini terkait dengan penggunakan alat produksi yang dipakai untuk beberapa produk. Kami akan memilih produk-produk yang bisa mendorong kinerja," imbuhnya.
Selain itu, tutur Hadi, persero bersama anak usaha PT Kimia Farma Tbk, mendukung pencegahan penularan Covid-19 dengan menggenjot produksi multivitamin, hand sanitizer dan produk lainnya yang sejalan untuk ini serta penambahan channel-channel modern outlet. Baik di Phapros sendiri, ataupun di anak perusahaan, PT Lucas Djaja Group.
"Strategi lainnya dengan jalan memperkuat sinergi dengan holding dan grup dalam berbagai hal operasional maupun keuangan," tutur dia.
Terkait dengan pendapatan dan laba tahun ini, Hadi menargetkan, pertumbuhan dua digit, dibandingkan dengan tahun buku 2019.
"Target revenue dan laba kami tumbuh double digit dibandingkan tahun buku 2019, di atas 10 persen pertumbuhan. Sebagai informasi pasar farmasi Indonesia sendiri berdasarkan data 2019 rata-rata tumbuh 6 persen - 7 persen," tukas Hadi.
Baca Juga: Jual Masker Palsu, Bos Perusahaan Farmasi China Dihukum 15 Tahun Penjara
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban