- Presiden Trump mengklaim kemenangan AS atas Iran pada rapat di Kentucky, Rabu (11/3), meski Iran menyerang Israel dan Qatar.
- Klaim Trump ini kontras dengan laporan resmi AS sebelumnya yang hanya menyebut "penurunan signifikan" kemampuan nuklir Iran.
- Politisi Republik menunjukkan perpecahan internal, sementara publik Amerika menolak keras kampanye militer di Timur Tengah tersebut.
Suara.com - Dalam sebuah rapat umum yang digelar di Kentucky pada Rabu (11/3) waktu setempat, Presiden Donald Trump secara mengejutkan mendeklarasikan kemenangan Amerika Serikat atas Iran.
Pernyataan ini disampaikan tepat pada hari ke-12 sejak kampanye pengeboman nonstop di Timur Tengah dimulai.
"Perang hanya akan terasa baik jika Anda menang," ujar Trump di hadapan pendukungnya di Verst Logistics, Hebron.
"Dan kita telah menang. Anda tahu, tidak ada yang suka mengatakannya terlalu dini, tapi kita menang... Sebenarnya dalam satu jam pertama saja perang ini sudah berakhir," sambung Trump dalam video yang dikutip via Mail Online.
Klaim kemenangan sepihak Trump ini muncul hanya beberapa jam setelah militer Israel melaporkan adanya serangan rudal dari wilayah Iran menuju teritori mereka.
Selain itu, laporan dari Al Jazeera melalui Kementerian Pertahanan Qatar menyebutkan bahwa Iran juga meluncurkan sembilan rudal balistik serta sejumlah drone ke arah Qatar.
Klaim ini juga memperpanjang daftar ketidakkonsistenan pesan di internal pemerintahan dan Partai Republik. Pada awal operasi gabungan AS-Israel (28/2), Trump menyebut program nuklir Iran telah "dilenyapkan".
Namun, dokumen resmi Gedung Putih beberapa bulan sebelumnya hanya menggunakan istilah "penurunan signifikan" pada kemampuan nuklir Teheran pasca-serangan musim panas lalu.
Perpecahan internal Partai Republik
Baca Juga: Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini
Sentimen berbeda muncul dari para politisi Republik di Kongres:
Senator Roger Marshall (Kansas): Mengakui kepada CNN bahwa ia sempat salah menilai kekuatan Iran. Sebelumnya, ia yakin Iran butuh bertahun-tahun untuk bangkit pasca-serangan di Fordow, Natanz, dan Isfahan, namun realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Senator Lindsey Graham (South Carolina): Memancing kemarahan publik setelah dalam wawancara di Fox News meminta warga Carolina Selatan mengirimkan putra-putri mereka ke medan perang di Timur Tengah.
Anggota Kongres Nancy Mace: Secara tegas menentang pernyataan Graham melalui unggahan di media sosial X, menyatakan ia tidak ingin mengirim warga Carolina Selatan ke dalam pusaran perang dengan Iran.
Kampanye militer terhadap Iran saat ini tercatat sangat tidak populer di mata publik Amerika Serikat, baik dari kalangan Demokrat maupun Republik.
Mayoritas penduduk AS menolak untuk mendukung agresi AS di Timur Tengah dan gelombang ini terus membesar.
Berita Terkait
-
FBI: Iran Berpotensi Serang Daratan AS, Tepatnya di California
-
Laporan Intelijen Bongkar Kondisi Parah Mojtaba Khamenei Habis Dibom Israel
-
Iran Cap Halal Luncurkan Rudal ke Kapal Antek Zionis Israel yang Lewat Selat Hormuz
-
Kocak! Zionis Israel Senbunyikan Video Kehancuran Tel Aviv Usai Hujan Rudal Iran, Pers Ditekan
-
Rudal Kiamat Iran Hujan di Malam Lailatul Qadar, Ratusan Antek Zionis Jadi Korban
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Penerbangan Global Kacau Balau, Bandara RI Jadi Tempat Parkir Pesawat Maskapai Asing
-
Konsumsi Listrik Diprediksi Meningkat Jelang Lebaran, PLN EPI Pastikan Stok Batubara Aman!
-
Prabowo Patok Target RoA Danantara Di Atas 5 Persen
-
Harga Emas Naik Berturut-turut, di Pegadaian Kian Tak Terbendung
-
Jasindo Hadirkan Asuransi Mudik, Premi Mulai Rp10 Ribu
-
Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!
-
Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru
-
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
-
Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya
-
Terima Laporan Satu Tahun Danantara, Prabowo: Semoga Bukan Laporan Palsu!