Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai langkah pemerintah untuk tak lakukan penguncian total daerah atau lockdown adalah langkah tepat.
Hal ini, terbukti dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 yang tak terlalu dalam dibanding negara lain.
Bahkan, Mantan Bos Klub Inter Milan itu mengklaim pertumbuhan ekonomi berada di peringkat ketiga dibandingkan kelompok 20 negara ekonomi terbesar atau G20.
"Dengan segala upaya kita yang lakukan dan pak Jokowi, saya gamau debat sama siapapun, tidak melakukan lockdown tepat. Terbukti, dibanding G20, kita mungkin Ranking 2 atau 3 yang ekonominya paling oke," ujar Erick Erick dalam pertemuan dengan pengusaha yang tergabung oleh Kadin yang disiarkan secara Virtual, Senin (10/8/2020).
Erick mengungkapkan, pertumbuhan perekonomian negara lain bahkan ada yang mencapai -17 persen.
Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 hanya -5,32 persen
"Yang lain minusnya 17 ada juga -15, kita minusnya agak kecilan dikit. Jadi larinya kita lambat ternyata ada yang lebih lambat, tapi yang luar biasa China langsung Bounce Back," jelas dia.
Dalam hal ini Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan PEN ini menyebut bisnis dunia usaha menjadi normal kembali akan berlangsung lebih lama.
Ia memperkirakan, dunia usaha kembali akan normal pada tahun kuartal I Tahun 2022.
Baca Juga: Ratusan Turis Gunungkidul Tersengat Ubur-Ubur dan 4 Berita Top SuaraJogja
"Kalau mau kecewa dari sekarang nggak papa, bisnis kita akan balik 100 persen suka tidak suka baru kuartal I 2022," ucap Erick.
Untuk diketahui sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi atau minus 5,32 persen akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen.
Sedangkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada triwulan II 2020 sebesar Rp 2.589,6 triliun
Berita Terkait
-
Tinjau SUGBK, Erick Thohir Pastikan FIFA Series 2026 Berjalan Maksimal
-
Jelang FIFA Series 2026, Stadion GBK Disidak Persiapannya
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games
-
Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS
-
Cair! Pemerintah Guyur Bonus Atlet ASEAN Para Games 2025, Medali Emas Dapat Rp1 Miliar
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
-
Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram