Suara.com - Harga emas dunia akhirnya turun juga setelah naik beberapa kali hingga menyentuh level tertingginya.
Melemahnya harga logam mulia ini disebabkan oleh menguatnya mata uang dolar AS dan investor menunggu kesepakatan tentang rencana AS memberi stimulus tambahan.
Mengutip CNBC, Selasa (11/8/2020) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 2.030,26 dolar AS per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi 2.072,50 dolar AS per ounce pada sesi Jumat.
Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,6 persen menjadi 2.039,70 dolar AS per ounce.
Dolar bertahan di dekat level tertinggi satu pekan karena investor fokus pada paket bantuan AS dan pertemuan Amerika-China pada 15 Agustus, ketika ketegangan meningkat antara dua ekonomi terbesar dunia itu.
Emas mendapat sedikit dorongan di awal sesi setelah Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan kesepakatan RUU bantuan virus corona dapat diraih pekan ini.
Tetapi logam kuning itu menghapus kenaikannya setelah dia menolak untuk mengatakan kapan pembicaraan dapat dilanjutkan.
Emas sudah melonjak 34 persen tahun ini di tengah meningkatnya kasus Covid-19, yang menghantam ekonomi global dan mendorong langkah-langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perak melesat sebanyaknya 3,9 persen dan terakhir meningkat 3,2 persen menjadi 29,20 dolar AS per ounce.
Baca Juga: Harga Emas Batangan Sudah Naik 34 Persen Sepanjang Tahun Ini
Sedangkan platinum melejit 2,8 persen menjadi 988,53 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 20 Februari di posisi 1.002,25 dolar AS per ounce. Sementara paladium naik 2,7 persen menjadi 2.234,59 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026