Suara.com - Lifepack mengajak pelaku usaha untuk mulai melakukan efisiensi di tengah kondisi pandemi saat ini. Salah satunya adalah dengan menekan biaya kesehatan melalui program Lifepack for Corporate.
Dengan program ini, Lifepack menyediakan manfaat kesehatan bagi perusahaan dan karyawan dengan kemudahan akses konsultasi dokter dan harga obat yang terjangkau.
Natali Ardianto, CEO Lifepack & Jovee mengungkapkan, pihaknya melihat banyak perusahaan memiliki beban biaya kesehatan yang sangat tinggi.
Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, perusahaan perlu melakukan penghematan dari berbagai cara agar dapat terus bertahan.
"Maka dari itu, Lifepack mengajak perusahaan yang menginginkan efisiensi dari sisi biaya kesehatan untuk bekerjasama. Lifepack dapat membantu menekan biaya perusahaan untuk kesehatan melalui program Medication Benefit Manager yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan kebijakan perusahaan,” kata Natali dalam keterangannya, Senin (5/10/2020).
Natali menambahkan, Program Benefit Manager sudah lebih dulu hadir di Amerika. Berdasarkan data dari Asosiasi Manajemen Perawatan Farmasi (PCMA) sebuah asosiasi nasional yang menjalankan program Pharmacy Benefit Manager di Amerika menunjukan bahwa, program ini diproyeksikan dapat memberikan penghematan biaya tunjangan obat-obatan hingga 30 persen.
"Selain program penghematan biaya kesehatan, kami juga memberikan berbagai layanan lainnya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan juga karyawan,” ucapnya.
Natali menyebut, Lifepack for Corporate memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan dan juga karyawan, di antaranya gratis konsultasi dokter umum dan biaya konsultasi dokter spesialis yang sangat terjangkau.
"Di mana program kesehatan perusahaan yang kami rancang cocok digunakan untuk perusahaan pengguna asuransi, sistem reimbursement, atau dapat menjadi tambahan manfaat bagi karyawan yang membayar biaya pengobatannya sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Benarkah Jaringan 5G Timbukan Risiko Kesehatan? Begini Kata Ahli
Lifepack juga memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mendapatkan laporan transaksi via dashboard.
“Kami memberikan kemudahan, hal yang sangat penting bagi perusahaan. Sistem Lifepack memungkinkan perusahaan melakukan monitoring dan mudah diakses,” lanjut Natali.
Selain itu, Lifepack menjamin keaslian obat dan harga obat yang kompetitif. Ditambah dengan fitur pengingat minum obat melalui aplikasi. Lalu ada juga Loyalty Program dengan poin yang dapat ditukarkan menjadi voucher, suplemen, dan lain-lain.
Sejak diluncurkan pada Q1 2020, Lifepack for Corporate telah bekerjasama dengan lebih dari 10 perusahaan dengan total karyawan mencapai 25 ribu.
Poin utama yang selalu ditawarkan adalah Lifepack mampu menekan biaya perusahaan. Kurang lebih rata-rata perusahaan menghabiskan dana sebesar 70% operasional untuk membayar gaji dan plafon kesehatan.
"Mengapa kami bisa menekan biaya kesehatan? Sebagai apotek digital, kami memiliki kemampuan farmakologi serta formularium untuk dapat memberikan rekomendasi obat dengan harga terjangkau,” ungkap Natali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati