Suara.com - Sebagai bagian dari Program Dana Kebajikan, Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank Permata Syariah bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan beasiswa pasca sarjana melalui Program Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama (KSU).
"Program ini merupakan salah satu dari program-program penyaluran Dana ZIS dan Dana Kebajikan yang telah kami canangkan bersama-sama dengan beberapa lembaga amil zakat sejak kwartal pertama tahun ini. Alhamdulillah, sudah 76 persen dari dana yang terkumpul telah didistribusikan kepada oleh yang berhak. Kami berharap, Program Beasiswa Kaderisasi Ulama ini akan meningkatkan pemahaman agama yang jauh lebih baik, terutama bagi warga yang berasal dari pelosok-pelosok," ujar Direktur Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk, Herwin Bustaman, dalam sambutannya,di Jakarta.
Kepala Lembaga Beasiswa Baznas (LBB), Sri Nurhidayah mengatakan, Kaderisasi Seribu Ulama merupakan program beasiswa biaya pendidikan bagi mahasiswa pascasarjana. Program yang dikembangkan Baznas sejak 2007 ini bertujuan untuk melahirkan ulama yang profesional dan ahli dalam bidangnya.
“Baznas berterima kasih kepada UPZ Bank Permata Syariah, yang telah menyalurkan zakat para karyawannya untuk mendukung lahirnya ulama-ulama ahli agama, yang tidak hanya akan memberikan manfaat kepada Indonesia saja, tapi juga umat di seluruh dunia,” katanya.
Ia menambahkan, beasiswa ini telah melahirkan 248 alumni. Sebelum menjalin kerja sama dengan MUI pada 2017, Baznas bekerja sama dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dalam menyelenggarakan program beasiswa kaderisasi tersebut.
Nur Hidayah menjelaskan, beasiswa yang disalurkan oleh UPZ Bank Permata Syariah adalah bantuan beasiswa penuh. Pada 2020 ini terpilih 15 peserta pengurus MUI daerah yang menjadi peserta beasiswa KSU MUI - Baznas. Seleksi dilakukan melalui tahap seleksi berkas dan wawancara.
Tahap seleksi wawancara calon peserta beasiswa Program Doktor Kaderisasi Seribu Ulama Kerjasama MUI dan Baznas dilaksanakan selama 3 hari sejak Rabu (8/10/2020) hingga Jumat (11/10/20202).
“Dengan memanfaatkan dana zakat yang ditunaikan para muzaki, Baznas berkeinginan untuk melahirkan ulama dalam jumlah memadai dan mampu menjawab tantangan zaman. Bbeasiswa Kaderisasi Seribu Ulama ini diharapkan melahirkan para ulama yang yang memiliki kemampuan tinggi dalam pemikiran Islam, intelektual, dan berintegritas," katanya.
Baca Juga: Hari Batik Nasional, Baznas Ajak Masyarakat Beli Produk Perajin Tradisional
Berita Terkait
-
Di Tengah Pandemi, Baznas Dorong Konsep Zakatech dalam Pengelolaan Zakat
-
Tengku: KAMI Dilarang karena Covid, Gimana Penumpang Angkot Duduk Dempet?
-
Banten Menuju Wisata Halal, Dilarang Jual Barang Haram dan Atraksi Porno
-
Hari Batik Nasional, Baznas Ajak Masyarakat Beli Produk Perajin Tradisional
-
Baznas Gandeng Formula Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sukabumi
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo