Suara.com - Schneider Electric, perusahaan pengelolaan energi dan otomasi, menyerukan agar percepatan transformasi digital dan elektrifikasi menjadi prioritas utama bagi para pemimpin dunia sebagai solusi tercepat dalam mengatasi krisis iklim dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Chairman and CEO Schneider Electric, Jean-Pascal Tricoire mengatakan, transformasi digital ini harus dilakukan agar perusahaan lebih siap dalam menghadapi pergolakan yang disebabkan oleh krisis iklim dan pandemi global yang melanda dunia pada tahun 2020 ini.
"Inovasi dan konektivitas digital telah mengubah cara kita bekerja dan hidup bersama, dan secara positif mengubah dampak aktivitas kita terhadap lingkungan, mendorong pemulihan ekonomi dan keberlanjutan untuk kita semua," ujar Jean-Pascal dalam keterangannya, Kamis (29/10/2020).
Dalam hal ini, Schneider Electric akan mengikuti Innovation Summit East Asia 2020 yang akan diselenggarakan pada Hari Rabu, 4 November 2020 secara virtual untuk Kawasan Asia Timur yang meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Taiwan dan Jepang.
Innovation Summit East Asia merupakan bagian dari Innovation Summit World Tour 2020, rangkaian acara virtual besar dari 8 Oktober hingga 26 November, yang menghubungkan para pemimpin, visioner, pakar, inovator, mitra, dan pelanggan secara global dalam menemukan solusi digital terbaru untuk membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Innovation Summit, perhelatan tahunan unggulan Schneider ini kini memasuki tahun kelima.
Acara tahun ini menjadi yang pertama dilakukan secara online dan interaktif - satu acara global diikuti dengan sepuluh acara regional.
Pada kesempatan ini para peserta dari seluruh dunia dapat mempelajari lebih lanjut mengenai peran penting elektrifikasi, digitalisasi, inovasi, manajemen energi, dan otomasi industri dalam transisi menuju dunia yang rendah karbon untuk membatasi kenaikan pemanasan global hingga 1,5 °C.
Xavier Denoly, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste menyampaikan listrik adalah energi yang paling efisien dan vektor terbaik untuk dekarbonisasi, dan Digital menghadirkan peluang efisiensi baru yang luar biasa.
Perpaduan keduanya akan menciptakan lingkungan yang lebih pintar dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Dompet Digital Spin Tebar Giveaway di Medsos
"Kami menyebutkan Electricity 4.0 yang akan membawa kita ke dunia kelistrikan baru yang lebih efisien, berkelanjutan, dan tangguh. Sekarang saatnya kita lebih efisien dan tepat sasaran dalam tiap aktivitas yang kita lakukan termasuk kegiatan operasional," ucap dia.
Dalam rangkaian acara Innovation Summit East Asia 2020 mendatang, Schneider Electric akan memperkenalkan terobosan baru untuk pelanggan dan mitra.
Salah satunya, Rangkaian baru switchboard bertegangan rendah, PrismaSeT Active, dan breaker listrik generasi baru, ComPacT, akan dirilis pada tahun 2021, memberikan wawasan penting terhadap risiko kebakaran listrik dan ketersediaan daya dalam sistem kelistrikan gedung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto