Suara.com - Sampai dengan Kuartal III-2020, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 86 miliar. Perseroan juga telah menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor mencapai 98 ribu unit.
Sedangkan penyaluran pembiayaan Perseroan hingga Kuartal III-2020 sebesar Rp 1,8 triliun. Kontribusi terbesar untuk penyaluran pembiayaan tersebut berada pada pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu sebesar Rp 1,1 triliun dan pembiayaan multiguna barang motor baru dan bekas sebesar Rp 658 miliar.
Sementara itu, rasio keuangan WOM Finance pada Kuartal III 2020 mengalami koreksi akibat dari dampak pandemi Covid 19. Return on Asset (ROA) sebesar 1.6%, Return On Equity (ROE) sebesar 6.0% dan Gearing Ratio terjaga pada 3,5 kali, sedangkan Net Performing Financing (NPF) Nett sebesar 2,8 %.
Untuk menjaga likuiditas, Perseroan telah melakukan kerjasama dengan perbankan, hingga Kuartal III 2020, Perseroan berhasil mendapatkan fasilitas pendanaan sebesar Rp 2,9 triliun antara lain fasilitas pembiayaan bersama dari Bank Maybank Indonesia dan fasilitas modal kerja dari Bank DBS Indonesia, Shinhan Bank Indonesia dan Bank Panin Indonesia.
“Terkoreksinya kinerja Perseroan dipengaruhi oleh pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang cukup ketat di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kuartal II-2020, sehingga mempengaruhi aktivitas masyarakat. Namun untuk keluar dari keterpurukan, kami telah menyiapkan strategi-strategi yang implementasinya akan dimaksimalkan hingga menutup tahun 2020,” kata Direktur WOM Finance, Zacharia Susantadiredja dalam keterangannya, Kamis (5/11/2020).
Zacharia menyebut, untuk mendukung program pemerintah dalam menangani pandemi Covid 19, Perseroan telah melaksanakan program restrukturisasi kredit sejak 1 April 2020 dengan total pengajuan yang telah disetujui mencapai Rp 1,6 triliun atau 126 ribu konsumen.
“Dalam kurun sembilan bulan berjalan tahun ini, WOM Finance telah memberikan kinerja yang cukup baik meski dihadapkan pada kondisi bisnis yang menantang serta adanya pandemi yang tentunya berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat. Hal ini tidak lepas dari upaya Perseroan untuk fokus pada program restrukturisasi, efisiensi biaya dan lini bisnis yang memiliki profitabilitas tinggi,” papar Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar.
Dalam menyongsong tahun 2021, Djaja menjelaskan bahwa Perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan, antara lain meningkatkan penyaluran pembiayaan konsumen dengan mengembangkan program promosi yang menarik dengan tetap menjaga kualitas portofolio perusahaan, menerapkan perbaikan proses bisnis melalui digitalisasi proses akuisisi, pembayaran digital dan pengembangan aplikasi Kawan serta meningkatkan produktivitas dan efektivitas dari tenaga pemasaran dan penagihan untuk menghasilkan kualitas portofolio yang semakin bertumbuh dan sehat.
Di sisi Operasional dan Sumber Daya Manusia, Djaja menekankan untuk mengoptimalkan penerapan kegiatan operasional secara virtual (Work by Virtual) dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional untuk kemudahan koordinasi dan efisiensi biaya operasional.
Baca Juga: PSBB Pra AKB, Pemkab Bogor Izinkan Pesta Pernikahan, Maksimal 150 Orang
Di tengah dampak pandemi Covid-19 ini, Perseroan telah mengimplementasikan pembaharuan teknologi informasi dan pelayanan digital untuk mendukung efektivitas dan efisiensi operasional serta memberikan kemudahan bagi karyawan dan konsumen untuk melakukan kegiatan operasional dan bertransaksi.
Perseroan dalam melakukan akselerasi digital telah menghadirkan solusi melalui beragam layanan pembayaran digital yang didukung oleh beragam marketplace dan digital platform yang kuat. Untuk itu, Perseroan secara terus menerus mengembangkan kerjasamanya untuk mempermudah layanan kepada konsumen dan efisiensi operasional bagi karyawan.
“Perubahan besar yang terjadi saat ini seakan memaksa masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kegiatan digital. Kami berharap dengan kemudahan akses digital yang kami berikan dapat menghadirkan solusi kemudahan untuk konsumen melakukan transaksi pembayaran dan kegiatan operasional lebih cepat dan efisien,” tambah Djaja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Minyak Dunia Bakal Mendidih Imbas Konflik Iran-AS, Harga BBM Pertamina Gimana?
-
IHSG Terjun Bebas 1,73% pada Senin Pagi Imbas Konflik AS-Iran, 600 Saham Merah
-
Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS-Israel-Iran, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Perang AS-Israel vs Iran Pecah, Harga Emas Bersiap Rp3,4 Juta Per Gram
-
Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing
-
Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran
-
Harga Emas Meroket di Pegadaian saat Perang Timur Tengah Berkecamuk
-
Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri
-
Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran