Bisnis / Makro
Rabu, 11 November 2020 | 14:35 WIB
Ilustrasi industri karoseri. [Shutterstock/Dmitry Kalinovsky]

Suara.com - Pengamat Sosial dan Pengajar Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, di masa pandemi Covid-19 perusahaan lebih memilih orang yang berpengalaman sebagai pekerja dibanding merekrut lulusan baru atau fresh graduate.

Hal itu Devie ketahui, usai menanyakan langsung persoalan tersebut kepada para pelaku industri.

"Yang menarik adalah mereka mengatakan, Devie industri lagi kacau balau, ekonomi sedang sakit dan ini di seluruh dunia," kata Devie dalam RDPU Peta Jalan Pendidikan di Komisi X DPR, Rabu (11/11/2020).

"Jadi apa yang terjadi, kami dalam konteks sumber daya manusia, kami melakukan banyak PHK. Jadi ketika kami harus memilih untuk menggerakan lagi mesin kami, kami akan jauh lebih memilih mantan profesional dibanding fresh garduate," tutur Devie mengulang jawaban dari pelaku industri.

Adapun alasan perusahaan lebih memilih merekrut orang berpengalaman dibanding lulusan baru ialah karena persoalan efisiensi dan efektivitas. Di mana perusahaan menginginkan pekerja yang piawai serta siap mental maupun kemampuan untuk langsung bekerja.

"Karena apa? Di era krisis seperti sekarang, kami mengharapkan ada super man dan super woman. Orang yang bisa melakukan multitasking dan bisa comply dengan tuntutan industri," ucap Devie.

Fakta tersebut, dipandang perlu dijadikan catatan serius dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui institusi pendidikan.

"Bagaimana mungkin industri kita bisa tertolong ketika sumber daya manusia yang dihasilkan oleh institusi pendidikan itu tidak bisa menjawab hal tersebut," ujar Devie.

Baca Juga: AirAsia Unlimited Pass Diharapkan Kembali Gairahkan Industri Penerbangan

Load More