Suara.com - Investasi perikanan yang aman selalu dicari oleh semua orang untuk meraup keuntungan tanpa khawatir menjadi korban penipuan. Meskipun demikian, faktanya masih banyak orang yang terjebak dengan iming-iming investasi bodong.
Bukan mendapat keuntungan sesuai harapan, namun uangnya raib dibawa kabur. Nah, supaya terhindar dari hal semacam itu simak cara berinvestasi perikanan yang aman berikut.
Sektor perikanan adalah industri yang mempunyai prospek bagus. Sebab, permintaan yang besar datang dari dalam negeri dan mancanegara.
Disisi lain, Indonesia diberkahi kekayaan laut yang melimpah. Sudah saatnya mendukung industri perikanan agar semakin maju.
Tanpa perlu banyak basa-basi, inilah cara berinvestasi perikanan yang aman.
Pilih Platform yang Berbadan Hukum
Langkah pertama yang wajib Anda lakukan setiap ingin berinvestasi adalah memeriksa apakah sudah berbadan hukum atau belum.
Pastikan perusahaan sekuritas yang menawarkan program investasi kepada Anda terdaftar disana.
Karena ini menjadi syarat mutlak agar sebuah perusahaan investasi bisa dikatakan aman dan tidak berpotensi melakukan penipuan.
Baca Juga: Investasi Wajib Tahun 2021
Meskipun kelihatannya sepele, tetapi Anda harus tetap berhati-hati karena masih ada oknum investor nakal yang menawarkan investasi bodong.
Memilih platform investasi online syariah yang aman khususnya di bidang perikanan harus diperhatikan.
Cara Kerjanya Mudah Dipahami
Investor pemula seringkali terburu-buru menanamkan modal ke suatu instrumen, namun tidak mengetahui bagaimana pengelolaan dan cara kerjanya. Pada akhirnya, ini menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Nah, supaya terhindar dari investasi bodong Anda harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana pengelolaan dan cara kerja investasi yang ditawarkan. Pikirkan kembali, apakah cara kerjanya masuk akal atau tidak.
Segera tinggalkan apabila pihak mereka memberikan penjelasan rumit dan mbulet. Kemungkinan besar penjelasan tersebut hanya dikarang saja.
Jika memang perusahaan profesional, maka bisa memberi penjelasan dengan mudah kepada orang awam sekalipun.
Pembagian Keuntungan yang Masuk Akal
Selain penjelasan yang susah dipahami, investasi bodong biasanya memberi janji yang muluk kepada calon investor supaya tertarik. Hindari apabila perusahaan investasi menawarkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat.
Hindari setiap instrumen investasi yang memberikan penawaran keuntungan terlalu besar. Lebih baik memilih yang jumlahnya masuk akal, namun stabil dan sudah pasti aman.
Kemungkinan terbesar jika keuntungan terlalu muluk adalah skema HYIP. Terlebih lagi untuk perusahaan yang baru buka.
Jangka Waktu
Cara berinvestasi perikanan yang aman berikutnya adalah tidak terbuai dengan pengembalian modal cepat. Karena tidak ada yang instan di dunia investasi, bahkan untuk perusahaan berskala besar sekalipun.
Mereka pasti memiliki pembagian keuntungan yang masuk akal dan rasional. Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mendapat keuntungan dalam nominal besar dari investasi.
Identitas Jelas
Jangan mau berinvestasi ke perusahaan yang bahkan tidak memiliki kantor dan website official ala kadarnya. Dari tampilan website saja seharusnya sudah bisa diketahui apakah investasi tersebut aman atau sekedar penipuan.
Jika yang ditonjolkan dalam website adalah bonus sekian persen saja, sudah pasti mereka sangat ingin menarik perhatian Anda.
Berbeda dari perusahaan profesional yang biasa menampilkan penawaran lengkap dengan statistik singkat.
Seperti yang bisa Anda lihat di platform investasi syariah online inFishta. Di website resmi tersedia informasi secara lengkap yang dibutuhkan oleh investor, mulai dari penawaran, alamat kantor dan data statistik.
inFishta bergerak di bidang perikanan untuk membantu mendanai petani laut yang terkualifikasi dan sudah terbukti aman karena sudah berbadan hukum.
Demikianlah sedikit ulasan menarik kali ini tentang lima cara berinvestasi perikanan yang aman. Semoga bisa membantu Anda terhindar dari segala bentuk penipuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
Menteri Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, Tetapi Barang Impor China