Suara.com - Usaha di sektor pertanian dan peternakan tentu dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi di tengah pandemi Covid-19, antara lain kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit atau Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) yang menjadi sebab kerugian usaha.
Namun kekhawatiran tersebut kini tak perlu lagi dirisaukan, karena pemerintah memberikan asuransi kepada para petani dan peternak.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam program asuransi ini, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi petani dan peternak, salah satunya dengan tanggungan premi yang hampir 80 persen ditanggung pemerintah.
"Bantuan premi bagi petani dalam bentuk untuk partisipasi asuransi pertanian adalah sebesar 80 persen yaitu untuk Rp 144.000 per hektare (Ha) per musim tanam," kata Sri Mulyani dalam acara Jakarta Food Security Summit-5 yang diselenggarakan Kadin Indonesia secara virtual, Rabu (18/11/2020).
Dengan kata lain, kata Sri Mulyani, pemerintah akan memberikan ganti rugi Rp 6 juta rupiah bagi 1 hektar lahan pertanian yang gagal panen.
Sementara untuk para peternak, hal yang sama juga diberikan dalam bentuk asuransi untuk peternak sapi dan kerbau.
"Sapi dan kerbau juga diberikan premi Rp 160.000/ekor dengan nilai pertanggungan adalah Rp 10 juta, dan ini adalah asuransi ternak sapi atau kerbau," katanya.
Ia membeberkan, di 2020 ini, premi asuransi petani yang sudah dibayarkan pemerintah mencapai Rp 116,3 miliar, dan Rp 12,23 miliar untuk asuransi peternak.
Baca Juga: Cari Kerja saat Pandemi? Begini Caranya!
Berita Terkait
-
Kisah Alwi, Penjual Bakso yang Berjuang Melawan Pandemi Covid-19
-
Cari Kerja saat Pandemi? Begini Caranya!
-
Lolos dari Pandemi Bu Ning Kena Uppercut Merapi, Susah Cari Duit Rp100 Ribu
-
Cara Tim Medis Atasi Keletihan Terhadap Pandemi
-
Belajar Online Makan Korban, Gadis SMA Tewas karena Stres Banyak Tugas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
8 Ide Usaha Menjanjikan di Desa dengan Modal Kecil yang Menguntungkan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal
-
Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Kuranji
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
Menuju Kedaulatan Energi, RDMP Balikpapan Jadi Andalan ESDM Stop Impor BBM