- Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, menghentikan pelayaran strategis.
- Penutupan tersebut menyebabkan kapal tanker menumpuk di dekat pelabuhan seperti Fujairah karena transmisi radio Garda Revolusi Iran melarang melintas.
- Jalur vital energi dunia ini dilalui 20 persen pasokan minyak global, memicu peringatan navigasi dari AS dan imbauan Yunani.
Suara.com - Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut memicu penghentian sementara pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) oleh sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan energi besar, serta rumah dagang global.
Salah satu sumber Reuters menyebutkan, negara dengan Ibu Kota Teheran itu telah menghentikan aktivits pelayaran di perairan tersebut.
"Kapal-kapal kami akan tetap berada di posisi selama beberapa hari,” ujar seorang eksekutif senior di salah satu meja perdagangan minyak utama dikutip Reuters, Minggu (1/3/2026).
Citra satelit dari pelacak kapal tanker menunjukkan sejumlah kapal menumpuk di dekat pelabuhan-pelabuhan besar, termasuk Fujairah di Uni Emirat Arab, dan tidak bergerak melintasi Selat Hormuz.
Seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, mengatakan beberapa kapal di kawasan tersebut menerima transmisi radio VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Sementara itu, Angkatan Laut Inggris menyatakan bahwa perintah Iran tidak memiliki kekuatan hukum internasional dan menyarankan kapal-kapal untuk tetap melintas dengan kewaspadaan tinggi.
Asosiasi tanker internasional INTERTANKO menyebut Angkatan Laut AS telah memperingatkan risiko navigasi di seluruh kawasan Teluk Persia, Teluk Oman, Laut Arab Utara, hingga Selat Hormuz, dengan memberi tanda tak ada jaminan keselamatan pelayaran.
Kementerian Pelayaran Yunani juga mengeluarkan imbauan kepada kapal-kapal berbendera Yunani untuk menghindari wilayah Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz, menurut dokumen penasihat yang dilihat Reuters.
Untuk diketaui, Selat Hormuz merupakan jalur vital energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global dari produsen utama seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Iran melintasi perairan sempit tersebut. Selain itu, volume besar LNG dari Qatar juga dikirim melalui jalur yang sama.
Baca Juga: Iran-AS Memanas! Daftar 17 Jadwal Penerbangan ke Timur Tengah yang Dibatalkan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Iran-AS Memanas! Daftar 17 Jadwal Penerbangan ke Timur Tengah yang Dibatalkan
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Usaha Mining Bitcoin Milik Donald Trump Rugi Besar
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Perang Timur Tengah: Sejumlah Penerbangan di Bandara Soetta Resmi Dibatalkan
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!