Bisnis / Properti
Minggu, 01 Maret 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi kawasan ekonomi hijau. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Kawasan Metropolitan Rebana Jawa Barat disiapkan menjadi magnet investasi global berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
  • MoU ditandatangani BDO Indonesia dan Pemprov Jabar di Bandung pada 26 Februari 2026 guna memperkuat sinergi implementasi ESG.
  • BDO Indonesia berperan sebagai mitra strategis ESG untuk meningkatkan daya tarik dan kredibilitas investasi Rebana di mata investor internasional.

Suara.com - Kawasan Metropolitan Rebana di Jawa Barat disiapkan menjadi magnet investasi global berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) antara BDO Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, 26 Februari 2026.

Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi sektor publik dan swasta guna mendorong implementasi ESG sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Jawa Barat, khususnya di kawasan Rebana.

BDO Indonesia akan berperan sebagai mitra strategis ESG bagi Pemprov Jawa Barat dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Dukungan yang diberikan mencakup capacity building ESG, penyusunan strategi ESG, hingga penguatan tata kelola perusahaan agar selaras dengan standar global.

Ilustrasi ESG. [Dok Pexels].

Selain itu, BDO juga akan mendukung inisiatif Jawa Barat dalam menciptakan ekosistem investasi yang ramah bagi investor asing. Dengan jaringan global yang tersebar di lebih dari 100 negara, kehadiran BDO dinilai mampu memperkuat kredibilitas Rebana di mata investor internasional.

Ketua Pelaksana BP Rebana, Helmi Yahya menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam menarik investasi berkualitas.

"Kolaborasi strategis dengan tim Advisory BDO Indonesia, sebagai salah satu konsultan ‘Big Five’ dunia, merupakan langkah kunci untuk menarik investasi global, tidak hanya ke kawasan Rebana, tetapi bagi kemajuan seluruh Jawa Barat," ujarnya seperti dikutip, Minggu (1/3/2026).

Sementara itu, CEO BDO Indonesia, Thano Tanubrata, menegaskan kesiapan BDO menghadirkan standar internasional dalam setiap tahapan implementasi proyek.

"Kami didukung oleh tim profesional berpengalaman dengan kapabilitas yang kuat di bidang ESG, tata kelola, serta advisory investasi, dan kami merupakan bagian dari jaringan global BDO International. Dengan dukungan jaringan tersebut, kami siap menghadirkan standar internasional dan praktik terbaik global dalam setiap tahapan implementasi proyek ini," jelasnya,

Baca Juga: Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun

Kawasan Rebana sendiri meliputi Cirebon, Subang, Majalengka, dan Kuningan yang terintegrasi dengan infrastruktur strategis seperti Tol Cisumdawu, Tol Cipali, serta Pelabuhan Patimban.

Integrasi infrastruktur dan penerapan ESG menjadi kombinasi kunci untuk menjadikan Rebana sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, BDO Indonesia mempertegas perannya dalam mendukung transformasi ekonomi daerah berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan, sekaligus mendorong Rebana naik kelas sebagai koridor ekonomi berstandar global.

Load More