Suara.com - Presiden Jokowi mengungkapkan perekonomian nasional menghadapi rintangan yang berat pada tahun 2020. Bahkan, pertumbuhan ekonomi alami resesi pertama kalinya tahun ini sejak 1998.
Menurut Jokowi, rintangan disebabkan tak lain karena pandemi covid-19.
"Kita tahu tahun 2020 tahun yang tidak mudah, tahun yang tidak gampang, Sangat sulit sebab adanya pandemi covid," ujar Jokowi dalam webinar Outlook Perekonomian 2021 secara virtual, Selasa (22/12/2020).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, sejak diumumkannya kasus pertama kali pada Maret 2020, perekonomian langsung merosot. Terlihat pada kuartal I perekonomian hanya tumbuh 2,97 persen.
Namun lanjut Jokowi, pertumbuhan ekonomi ini langsung merosot, setelah kasus covid-19 makin banyak di Indonesia yang mana pada kuartal II pertumbuhan ekonomi sebesar minus 5,32 persen.
"Kemudian di kuartal III ekonomi tercatat alami perbaikan meski minus 3,49 persen," ucapnya.
Maka dari itu, Jokowi bertekad tetap akan melakukan pembangunan pada tahun 2021. Baik itu pembangunan infrastruktur ataupun pembangunan lainnya.
Namun untuk pembangunan Infrastruktur, Jokowi tak lagi mengandalkan pinjaman asing untuk pembiayaannya.
Tapi, ia akan membentuk badan pengelola dana investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk menjaring investasi dari pihak asing.
Baca Juga: Investasi Migas Menurun Tahun 2020, Kenapa?
"Awal 2021, kita akan luncurkan SWF yang bernama INA yang merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang baru tidak berbasis pinjaman tapi bentuk penyertaan modal atau ekuitas," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, lewat SWF perekonomian Indonesia akan menjadi sehat, karena tak banyak mengutang untuk membangun infrastruktur.
Begitu juga beban keuangan BUMN juga menjadi ringan dengan adanya investasi yang dikumpulkan SWF tersebut.
Jokowi, mengklaim telah banyak beberapa negara yang berminat untuk berivestasi lewat SWF.
"Saat ini sudah ad abeberpa negara smapaikan ketertarikan dari AS, Jepang, Uni emirat Arab, Saudi Arab dan Kanada," ucapnya.
Jokowi menambahkan, dalam situasi pandemi ini Indonesia harus bergerak cepat dan memperkuat kerja sama demi memulihkan perekonomian.
"Saya optimis kita akan bangkit ekonomi akan pulih kembali normal," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kampanye Mandiri Looping for Life Tampil di Road to INACRAFT Festival 2026
-
BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur
-
Ibu Tewas dan Anak 1 Tahun Luka Parah Dibom Rudal Amerika di Tappeh Allah Akbar Iran
-
Ulasan Sang Alkemis: Kisah Inspiratif yang Sarat Pesan Kehidupan
-
Tak Cukup Koper, Barang Bukti Don Ritto Diangkut Kontainer ke Kejagung, Ini Daftar Rinciannya
-
Mandiri Looping for Life, Semangat Rawat Warisan dan Keberlanjutan di Road to INACRAFT Festival 2026
-
3 Macam Sheet Mask Becoming yang Lagi Hits, Bikin Kulit Plumpy dan Glowing!
-
Tiga Napiter eks-Jamaah Islamiyah Ikrar Setia NKRI di Lapas Semarang
-
Jakarta Punya Gaya! Serunya 'BRI Wellness Experience' di Jantung Kota
-
5 Serum Pencerah yang Efektif Pudarkan Flek Hitam, Mulai Rp70 Ribuan