- BRI mendukung program gentengisasi pemerintah melalui pembiayaan KUR Perumahan untuk menjembatani perajin genteng dan pengembang.
- BRI akan menguji coba skema pembiayaan ini pada tahap awal sebelum diperluas ke sentra produksi genteng nasional lainnya.
- Tahun ini BRI alokasi KUR hampir Rp7 triliun untuk sektor terkait, mendorong UMKM genteng memenuhi standar kualitas dan mampu bersaing.
Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk terus mendorong program pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia. Salah satunya, dalam mendukung program gentengisasi melalu pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunadi, mengatakan peran perusahaan ada di tengah. Artinya BRI menjembatani perajin genteng dengan pembeli atau pengembang perumahan.
"Peran BRI di tengah. Jadi artinya di antara pengrajin, kemudian tadi ada dua anak muda jadi pembeli karena mereka punya developer yang cukup besar,jumlah rumah yang dibangun setiap tahun. Jadi nanti kalau udah ada kontrak, nih, antara pengrajin dan pembeli atau usernya,ya, BRI hadir di tengah," katanya di Gedung BRILIAN Club, Jumat (27/2/2026).
Kata dia, bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian dari ekosistem KUR Perumahan yang sudah berjalan.
Pada tahap awal atau batch pertama, BRI akan memastikan skema ini berjalan lancar sebelum diperluas ke sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah di Indonesia.
"Kalau hal tadi, yang pertama, batch pertama ini nanti bagus, ya, jalannya, betulnya bisa mengembang di arah lain juga, setelah-setelah genteng di Indonesia. Jadi harapan Pak Presiden itu bahwa masyarakat Indonesia rumahnya kalau pakai genteng kan lebih dingin dibandingkan kalau pakai seng ataupun asbes dan lain sebagainya," katanya.
Dia menegaskan, sebagai bank dengan fokus pada pemberdayaan usaha kecil, BRI berkomitmen mendukung pengrajin UMKM melalui pembiayaan yang terjangkau.
Tahun ini, BRI mendapat alokasi KUR hampir Rp7 triliun untuk sektor terkait, dan sekitar 50 persen di antaranya telah terserap hanya dalam dua bulan.
“Kami memang bank yang DNA-nya berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kami siapkan pembiayaannya. Kalau ini berjalan baik, tentu bisa diperluas,” katanya.
Baca Juga: Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan optimis program gentengsisasi ini akan banyak meningkatkan pendapatan di sektor UMKM. Lantaran permintaan genteng akan terus meningkat.
"Program ini sangat juga tergantung kepada kualitas, komitmen daripada UMKM-nya itu sendiri," katanya.
Dia pun optimis bahwa UMKM akan naik kelas dengan menjual genteng yang akan sesuai standar nasional Indonesia (SNI).
"Itu ada tantangan yang harus dibereskan. Tentu harus bisa bersaing. Kualitas, harga, penyiriman, konsistensi daripada produksinya. Jadi tentu harus siap mentalnya, produknya, kualitasnya,keuangannya, pajaknya semua SNI untuk naik kelas," jelasnya.
Berita Terkait
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman
-
Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum
-
Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian
-
Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora