- Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkap Program Gentengisasi Nasional Jawa Barat bernilai transaksi awal Rp12,6 miliar.
- Program ini bertujuan menjaga kualitas rumah rakyat sekaligus memperkuat industri UMKM genteng, bukan sekadar bantuan.
- BRI mendukung pembiayaan UMKM genteng melalui KUR Perumahan untuk memenuhi permintaan material besar Jawa Barat.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait alias Ara, mengungkap pelaksanaan Program Gentengisasi Nasional di Jawa Barat dengan nilai transaksi awal mencapai Rp12,6 miliar.
Nilai ini disebut merupakan kesepakatan salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produsen genteng.
Ara menyampaikan, program tersebut tidak sekadar bantuan, melainkan skema yang ditujukan untuk menjaga kualitas rumah rakyat sekaligus memperkuat industri kecil dan menengah.
“Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh,” ujar Ara di Jakarta, Jumat (28/2/2026).
Kesepakatan yang tercapai dalam pertemuan bersama pengusaha genteng sentra Jatiwangi menetapkan harga Rp4.300 per unit hingga sampai di lokasi proyek untuk wilayah Jawa Barat.
Angka tersebut menjadi dasar transaksi antara produsen dan pengembang perumahan.
Target realisasi transaksi perdana itu dijadwalkan berlangsung pada awal April mendatang.
Nilai transaksi tersebut dinilai menjadi indikator awal skala perputaran usaha dalam program gentengisasi, terutama jika dikaitkan dengan kebutuhan rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang membutuhkan pasokan material genteng dalam jumlah besar.
Ara mengingatkan, tantangan berikutnya bukan hanya pada sisi permintaan, melainkan menjaga kualitas serta kapasitas produksi.
Genteng yang dipasok diminta memiliki daya tahan minimal 15 tahun, tahan panas dan hujan, serta memiliki nilai estetika untuk desain perumahan modern, termasuk model flat.
Baca Juga: BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
Pemerintah daerah, melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Tahapannya mencakup permohonan, verifikasi hingga audit, dengan pendampingan agar pelaku usaha dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Dari sisi pembiayaan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan kesiapan mendukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Skema ini diharapkan membantu pelaku UMKM genteng memperkuat modal kerja untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
“Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
Punya 42 Tower, Meikarta Bakal Jadi Rusun Subsidi Terbesar di Indonesia
-
Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan
-
OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG
-
RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab
-
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250